Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 3 Agustus 2015 | 09:32 WIB
Hide Ads

Ini Kronologi Tangkap Tangan Akil Mochtar

Oleh : Firman Qusnulyakin | Kamis, 3 Oktober 2013 | 18:07 WIB

Berita Terkait

Ini Kronologi Tangkap Tangan Akil Mochtar
Mohammad Akil Mochtar dan Ketua KPK Abraham Samad - (Foto:inilah.com)

INILAH.COM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menetapkan Mohammad Akil Mochtar sebagai tersangka dalam dua perkara sekaligus.

Kedua perkara itu adalah terkait sengketa pilkada kabupaten Gunung Mas Kalimantan Tengah dan pilkada kabupaten Lebak Banten.

Penetapan Akil bermula dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK, Rabu (2/10/2013) malam pukul 22.00 Wib. Menurut Ketua KPK Abraham Samad, penangkapan Akil bermula dari pengintaian yang dilakukan KPK sejak awal bulan September.

"Awal September 2013, KPK mulai melakukan penyelidikan terhadap AM. Berdasarkan penyelidikan diketahui, akan terjadi penyerahan uang di kediaman AM di Jalan Widya Chandra 7," kata Abraham di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (3/10/2013).

Penyerahan uang tersebut, kata Abraham, diketahui terkait sengketa Pemilu Kada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Selatan.

Informasi yang dihimpun oleh penyidik itu, akhirnya ditindak lanjuti. Penyidik kemudian melakukan pengintaian di kediaman dinas Akil, di kompleks Widya Chandra, Jakarta. Lokasi ini adalah kompleks perumahan Menteri dan Pejabat Tinggi negara.

Di sini, juga sejumlah Menteri bertempat tinggal, termasuk Ketua DPR yang berada tepat di depan kediaman Akil. "Tim kemudian melakukan pemantauan di lokasi sekitar pukul 22.00 WIB," imbuhnya.

Saat tim sedang memantau, kemudian ada mobil Toyota Fortuner yang datang ke rumah Akil. "Mobil dikemudikan N yang diketahui suami CN," sambungnya.

CN adalah Chairun Nisa, anggota Fraksi Golkar Komisi II DPR. Ia datang ke rumah AM ditemani oleh CNA. "Dia pengusaha asal Palangkaraya," sebutnya.

Setelah turun dari mobil, lalu CN dan CNA masuk ke rumah kediaman AM. Merasa momen sudah tepat, penyidik KPK langsung menciduk mereka. "Tak beberapa lama, penyelidik langsung menangkap. Dan diperoleh alat bukti sebesar 294 dolar Singapura," tegasnya. [gus]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.