Rabu, 1 Oktober 2014 | 02:55 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Inilah Indikasi Kekuatan Modal di Belakang Jokowi
Headline
Tokoh reformasi 1998 Amien Rais dan Gubernur DKI Joko Widodo alias Jokowi - (Foto : inilah.com)
Oleh: R Ferdian Andi R
nasional - Selasa, 1 Oktober 2013 | 20:01 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Tokoh reformasi 1998 Amien Rais secara keras mengritik Joko Widodo alias Jokowi terkait wacana pencapresannya dalam Pemilu 2014. Dia menyebut ada kekuatan modal di belakang Jokowi.

Menurut Amien, terdapat indikasi nyata dengan kekuatan modal di belakang Jokowi terkait pelaksanaan Pemilu Presiden 2014. Kelompok di belakang Jokowi terlalu kentara untuk mendorong gubernur DKI Jakarta itu muncul dalam Pilpres 2014.

"Kekuatan yang melambungkan Jokowi ke aras tertinggi itu memang terlalu kentara. Mereka tidak bisa menahan diri, sehingga orkestra dengan politik itu terlalu kentara," tandas pendiri dan mantan ketua umum DPP PAN itu kepada INILAH.COM di kediamannya di bilangan Gandaria, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (1/10/2013).

Indikasi itu, jelas Amien, tampak dari pemberitaan media massa yang seragam, pengerahan cyber troops (pasukan dunia maya) yang bertugas menghantam siapa saja yang melakukan kritik terhadap Jokowi.

"Orang kritik Jokowi di media, nanti ada ratusan yang menghantam tanpa ampun yang dengan kata-kata semestinya tidak layak dan elok," kata Amien.

Mantan ketua MPR RI itu membandingkan dengan tokoh-tokoh lainnya seperti Prabowo Subianto termasuk Susilo Bambang Yudhoyono yang tidak memiliki pasukan di dunia maya yang memberi proteksi seperti dilakukan pendukung Jokowi.

"Jadi seperti cyber stroops, bayaran itu kan tidak wajar. Prabowo tidak mengalami seperti itu, SBY juga tidak ada. Jadi ini ngebet. Karena ngebet ya ketahuan. Saya punya kecenderungan, sebagai orang kampus yang dididik berpikir ilmiah memang tidak akan mengatakan kalau tidak yakin," tandas Amien. [yeh]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
61 Komentar
Jokobodo Ki
Kamis, 21 November 2013 | 16:20 WIB
Semuanya akan dipertanggung jawabkan di yaumil Mahasar.. Maka Berhati2lah Memilih Pemimpin. Kalau masalah Jokowi Biarkan Waktu Berjalan,,, Toh Esok atau Lusa Kita Bs lihat Bgmn kinerjanya. Tapi Jgn Diganggu Juga donk dgn menebar Fitnah. Kita Lihat aja Kedepannya kek mana., GItu Aja Kok repot...
ki semar
Rabu, 9 Oktober 2013 | 15:07 WIB
secara teori politik omongan kanjeng Amin benar krn beliau adlh DR dlm bidang politik, politik adlh cara sikap strategi utk mencapai tujuan, maka itulah dilontarkan kritik tdk ada benar n salah yg ada tujuan beliau tercapai, maka ramailah komentar 2 klo kita biarkan g usah komentar kan repot pak Amin tdk bisa membuat peta kekuatan selamat berjuang pak Amin smg ALLAH meridhoi
emmanuel sugiyanto
Jumat, 4 Oktober 2013 | 09:26 WIB
Saya merasa lebih kenal sama pak Min dan anak-2nya dan tidak ngenal Jokowi,namun dg membaca komentar-2 pak Min jadinya malah merasa simpati mbek Jokowi & kasihan sama pak Min... eh pak Min maua motong berapa ekor sapi utk qurban nanti ?
Nuri
Jumat, 4 Oktober 2013 | 08:56 WIB
tak ada yang sempurna di dunia ini. sebagus apapun manusia pasti ada kekurangan.. kritik itu biasa agar lebih waspada.. jd ya silahkan ditanggapi saja
Chaterine Ashton
Jumat, 4 Oktober 2013 | 08:27 WIB
Emang bener , klw JOKOWI yg di back up KONGLO HITAM zaman SOEHARTO muncul lagi , maka negara ini akan hancur sama spt yg dulu , konglo hitam yg habis makanin BLBI , rakyat yg nanggung semuanya , TOLAK JOKOWI HARUS , LEBIH BAIK CAPRES GEMBEL YG TDK TERDIDIK TAPI JUJUR
binali
Jumat, 4 Oktober 2013 | 08:12 WIB
halo talita. kalo pake ndikator utama keberhasilan seorang pemimpin seperti yang kamu tulis itu, NDAK ADA PEMIMPIN PASKA REFORMASI SKG INI YANG BERHASIL. Nah, Jokowi itu yang relatif BAIK & BERHASIL dibanding yang lain. oke ?
hadi
Jumat, 4 Oktober 2013 | 06:22 WIB
Iya, saya setuju dengan modal besar jokowi. Waktu pilkada jakarta, money politik yang disebar tim jokowi lebih besar daripada foke. bahaya kalau presiden tertahan dengan modal besar. nanti negara diatur oleh pemodal. salut dengan keberanian amien rais dari dulu saat melawan orde baru
rayendra
Jumat, 4 Oktober 2013 | 06:17 WIB
Pak Amien..mulai tidak Peka...atau memang tidak pernah peka..
rayendra
Jumat, 4 Oktober 2013 | 06:15 WIB
buat talitha :... gini : masyarakat mungking kin tau siapapun yang memimpin jakarta atau solo, sulit untuk merubah dengan signifikan... tapi kenapa jokowi begitu di dukung ? karena dia iklass.... memimpin, bukan karena uang :... mau bukti ?.. kalo bukan JOKOWI ngapain ngurusin Pasar tanah abang ? ga ada duitnya ... mending ngurusin ijin mall dll..itulah yg terjadi.. contoh sudah berapa kali ganti gub tanah abang ga beres....ya karena ga ada duitnya kalo ngurusin itu..
Fathor Rahman MD
Jumat, 4 Oktober 2013 | 00:16 WIB
Pak Amien, apa dunia maya yang Anda maksud socmed, twitter, facebok dan sejenisnya? Kalau demikian, seharusnya sampeyan mikir pula siapa yang menghidupkan socmed? Suara Socmed itu suara publik, bukan suara bandar.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER