Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 5 Juli 2015 | 03:42 WIB
Hide Ads

Inilah Indikasi Kekuatan Modal di Belakang Jokowi

Oleh : R Ferdian Andi R | Selasa, 1 Oktober 2013 | 20:01 WIB
Inilah Indikasi Kekuatan Modal di Belakang Jokowi
Tokoh reformasi 1998 Amien Rais dan Gubernur DKI Joko Widodo alias Jokowi - (Foto : inilah.com)

INILAH.COM, Jakarta - Tokoh reformasi 1998 Amien Rais secara keras mengritik Joko Widodo alias Jokowi terkait wacana pencapresannya dalam Pemilu 2014. Dia menyebut ada kekuatan modal di belakang Jokowi.

Menurut Amien, terdapat indikasi nyata dengan kekuatan modal di belakang Jokowi terkait pelaksanaan Pemilu Presiden 2014. Kelompok di belakang Jokowi terlalu kentara untuk mendorong gubernur DKI Jakarta itu muncul dalam Pilpres 2014.

"Kekuatan yang melambungkan Jokowi ke aras tertinggi itu memang terlalu kentara. Mereka tidak bisa menahan diri, sehingga orkestra dengan politik itu terlalu kentara," tandas pendiri dan mantan ketua umum DPP PAN itu kepada INILAH.COM di kediamannya di bilangan Gandaria, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (1/10/2013).

Indikasi itu, jelas Amien, tampak dari pemberitaan media massa yang seragam, pengerahan cyber troops (pasukan dunia maya) yang bertugas menghantam siapa saja yang melakukan kritik terhadap Jokowi.

"Orang kritik Jokowi di media, nanti ada ratusan yang menghantam tanpa ampun yang dengan kata-kata semestinya tidak layak dan elok," kata Amien.

Mantan ketua MPR RI itu membandingkan dengan tokoh-tokoh lainnya seperti Prabowo Subianto termasuk Susilo Bambang Yudhoyono yang tidak memiliki pasukan di dunia maya yang memberi proteksi seperti dilakukan pendukung Jokowi.

"Jadi seperti cyber stroops, bayaran itu kan tidak wajar. Prabowo tidak mengalami seperti itu, SBY juga tidak ada. Jadi ini ngebet. Karena ngebet ya ketahuan. Saya punya kecenderungan, sebagai orang kampus yang dididik berpikir ilmiah memang tidak akan mengatakan kalau tidak yakin," tandas Amien. [yeh]

Berita Terkait Lainnya

61 Komentar

Image Komentar
JOKOBODO KI - Kamis, 21 November 2013 | 16:20 WIB
Semuanya akan dipertanggung jawabkan di yaumil mahasar.. maka berhati2lah memilih pemimpin. kalau masalah jokowi biarkan waktu berjalan,,, toh esok atau lusa kita bs lihat bgmn kinerjanya. tapi jgn diganggu juga donk dgn menebar fitnah. kita lihat aja kedepannya kek mana., gitu aja kok repot...
Image Komentar
KI SEMAR - Rabu, 9 Oktober 2013 | 15:07 WIB
Secara teori politik omongan kanjeng amin benar krn beliau adlh dr dlm bidang politik, politik adlh cara sikap strategi utk mencapai tujuan, maka itulah dilontarkan kritik tdk ada benar n salah yg ada tujuan beliau tercapai, maka ramailah komentar 2 klo kita biarkan g usah komentar kan repot pak amin tdk bisa membuat peta kekuatan selamat berjuang pak amin smg allah meridhoi
Image Komentar
EMMANUEL SUGIYANTO - Jumat, 4 Oktober 2013 | 09:26 WIB
Saya merasa lebih kenal sama pak min dan anak-2nya dan tidak ngenal jokowi,namun dg membaca komentar-2 pak min jadinya malah merasa simpati mbek jokowi & kasihan sama pak min... eh pak min maua motong berapa ekor sapi utk qurban nanti ?
Image Komentar
NURI - Jumat, 4 Oktober 2013 | 08:56 WIB
Tak ada yang sempurna di dunia ini. sebagus apapun manusia pasti ada kekurangan.. kritik itu biasa agar lebih waspada.. jd ya silahkan ditanggapi saja
Image Komentar
CHATERINE ASHTON - Jumat, 4 Oktober 2013 | 08:27 WIB
Emang bener , klw jokowi yg di back up konglo hitam zaman soeharto muncul lagi , maka negara ini akan hancur sama spt yg dulu , konglo hitam yg habis makanin blbi , rakyat yg nanggung semuanya , tolak jokowi harus , lebih baik capres gembel yg tdk terdidik tapi jujur

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.