Sabtu, 20 Desember 2014 | 07:54 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Nasib Ruhut Bisa Seperti Gayus
Headline
Anggota Komisi III DPR Nudirman Munir dan Ruhut Sitompul - inilah.com
Oleh: Ajat M Fajar
nasional - Jumat, 20 September 2013 | 15:55 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Anggota Komisi III DPR Nudirman Munir menyarankan kepada Ruhut Sitompul untuk menolak keputusan Fraksi Partai Demokrat soal penetapannya sebagai Ketua Komisi III DPR.

Penunjukan Ruhut sebagai Ketua Komisi III ditolak oleh fraksi-fraksi di Komisi III DPR karena dianggap tidak layak menjadi pimpinan Komisi III.

"Saya sarankan kepada Ruhut lebih baik bilang tolak saja keputusan Fraksi Demokrat. Lebih baik mundur daripada nanti ada pemboikotan setelah jadi Ketua Komisi III," ujar Nudirman di Gedung DPR, Senayan, Jumat (20/9/2013).

Menurutnya, penetapan Ruhut sebagai Ketua Komisi III DPR bisa dibatalkan dengan dasar penolakan dari fraksi-fraksi di Komisi III DPR. Meski sudah ditetapkan oleh Demokrat, penetapan itu harus disetujui lagi oleh seluruh fraksi di Komisi III DPR.

Nudirman menegaskan penolakan yang dilakukan oleh fraksi-fraksi di Komisi III DPR bukan terhadap keputusan Fraksi Partai Demokrat, tetapi fraksi-fraksi tidak menginginkan sosok Ruhut duduk sebagai pimpinan.

"Kami tolak bukan keputusan Fraksi Demokrat, tapi kami tolak individu Ruhutnya," tegasnya.

Jika Fraksi Partai Demokrat tetap ngotot mempertahankan Ruhut sebagai Ketua Komisi III, maka sangat dimungkinkan akan terjadi pemboikotan hingga penolakan terhadap Ruhut.

Kasus ini akan terulang seperti kasus penolakan anggota Badan Kehormatan (BK) DPR yang meminta ketuanya pada saat itu Gayus Lumbuun untuk dicopot dari jabatannya.

"Kasus ini sama seperti waktu Gayus di BK. Waktu pleno kasus di BK, Gayus Lumbuun ditolak, akhirnya ditunda-tunda karena rapat pleno yang dipimpin pimpinan DPR tidak pernah kuorum. Parahnya ini bisa terjadi kepada Ruhut," tandasnya.

Seperti diketahui, pada 2010, anggota Badan Kehormatan (BK) DPR berkonflik. Kisruh dipicu oleh aktivitas 8 anggota BK DPR yang melakukan kunjungan kerja ke Yunani, tetapi sempat transit di Turki.

Di sela-sela menunggu tiket pesawat, mereka menyempatkan berjalan-jalan ke Istana Raja Turki.

Gayus Lumbuun memprotes keras aktivitas anggotanya. Menurut politisi PDIP itu, 8 anggota BK DPR yang pelesiran ke Turki telah mangkir dari tugas. Alasannya, dalam surat tugas yang ditandatangani Ketua DPR Marzuki Alie, rombongan BK DPR berada di Yunani mulai 23-29 Oktober 2010. Namun, pada tanggal 27 Oktober, rombongan sudah meninggalkan negeri itu. [rok]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER