Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 1 Agustus 2015 | 18:47 WIB
Hide Ads

SBY dan DPR Bahas 10 RUU yang Mandek

Oleh : Ajat M Fajar | Selasa, 17 September 2013 | 03:54 WIB
SBY dan DPR Bahas 10 RUU yang Mandek
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) - (Foto : inilah.com/Agus Priatna)

INILAH.COM, Jakarta - Ketua DPR Marzuki Alie mengatakan, dalam rapat konsultasi dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membahas soal beberapa Rancangan Undang-undang (RUU) yang mandek pembahasannya di DPR.

"Lebih kurang ada 10 yang harus dikerjakan bersama pemerintah dan DPR. Kita koreksilah kalau kesalah DPR kita perbaiki, kalau kesalahan pemerintah, pemerintah yang perbaiki," ujar Marzuki Alie di Kantor Presiden, Jakara, Senin (16/9/2013).

Dia menyebutkan kesepuluh RUU yang mandek pembahasannya di DPR adalah RUU Jalan, RUU Tapera, RUU Perjanjian internasional, percepatan pembangunan daerah tertinggal, percepatan pembangunan kepulauan, RUU Desa, RUU Pilkada, RUU JPSK beberapa lainnya.

"Yang paling penting kita sepakat, sekarang ini kan krisis tidak bisa kita duga, untuk segera menyelesaikan UU JPSK. Itu yang harus segera, disamping beberapa yang lain," imbuhnya.

Marzuki menjelaskan, dalam rapat konsultasi dengan Presiden SBY telah disepakati agar DPR dan kementerian terkait duduk bersama untuk menyelesaikan permasalahan yang menjadi titik kemandekan pembahasan RUU tersebut.

"Insya Allah besok Wapres mulai memimpin untuk menyelesaikan yang sudah disepakati tadi, yang kita lihat semua itu domainnya ada di pemerintah. Tapi, yang terkait DPR akan kita sampaikan ke panja atau pansus untuk menyelesaikan RUU," ungkapnya.

Marzuki menargetkan, pembahasan RUU yang mandek ini diharapkan bisa selesai dibahas dan disahkan sebelum masa akhir jabatan DPR.

"Kita ingin sisa masa jabatan kita, RUU yang penting bagi kehidupan rakyat bisa kita selesaikan," tandasnya.[dit]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.