Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 4 Juli 2015 | 00:19 WIB
Hide Ads

Bunda Putri, Istri Muda Pejabat di Kementerian?

Oleh : Mahbub Junaidi | Senin, 2 September 2013 | 10:10 WIB

Berita Terkait

Bunda Putri, Istri Muda Pejabat di Kementerian?
(foto:ilustrasi)

INILAH.COM, Jakarta-Dalam persidangan kasus suap daging impor yang melibatkan Lutfi Hasan Ishak (LHI) mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), muncul sejumlah nama yang hingga kini menjadi tanda tanya besar bagi publik, yaitu Pak Lurah, Bunda Putri, Haji Susu, Sengman, serta Widhi.

Dalam rekaman telepon antara LHI dan Bunda Putri yang diperdengarkan dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang menghadirkan Ridwan Hakim dengan terdakwa Ahmad Fathanah, disebutkan bahwa Bunda Putri merupakan orang yang mampu mempengaruhi bahkan mendikte pengambil kebijakan di negeri ini.

Siapa Bunda Putri? Banyak selentingan muncul mengenai keberadaannya. Salah satunya dari sumber INILAH.COM yang mengaku mengenal secara pribadi Bunda Putri. Ia menyebutkan Bunda Putri merupakan sebutan untuk seorang perempuan yang merupakan istri kedua dari seorang petinggi di sebuah kementerian. Menurut sumber itu, Ia tinggal di dekat Apartemen Golf Pondok Indah, Jakarta Selatan dan pernah tinggal di Villa Melati Mas di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD).

Saya tidak tahu persisnya di mana ia tinggal, yang pasti di dekat Apartemen Golf Pondok Indah. Dia itu istri seorang pejabat tinggi di sebuah kementerian, orangnya cantik keturunan Arab, ujar sumber tersebut yang menolak memperinci lebih jauh.

Sumber itu juga membenarkan bahwa Bunda Putri merupakan pengusaha. Memang dia pengusaha yang dikenal dekat dengan banyak pejabat, tentu saja karena suaminya juga pejabat, tegasnya. Ia berulang kali menolak memberitahu lebih jauh dengan alasan mengenalnya secara pribadi. [tjs]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.