Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 18 Desember 2017 | 06:26 WIB

Sistem Penerimaan CPNS Bisa Timbulkan Kecurangan

Oleh : Marlen Sitompul | Senin, 26 Agustus 2013 | 09:35 WIB
Sistem Penerimaan CPNS Bisa Timbulkan Kecurangan
(Foto : inilah.com)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Penggunaan sistem Computer Asisted Test (CAT) dalam seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) berpotensi akan menimbulkan kecurangan. Untuk itu, tes CPNS diharapkan tetap menggunakan sistem manual seperti sebelumnya.

Anggota Komisi II yang membidangi pemerintah HM. Syaiful Anwar mengatakan sistem CAT membuka peluang permainan di sistem IT atau server.

"Jadi sebaiknya sistem manual tidak diubah. Begitu juga dalam pendaftaran jangan hanya melalui online, tapi juga manual," Syaiful dalam siaran persnya, Jakarta, Senin (26/8/2013).

Menurut Ketua Umum Aliansi Suara Rakyat (ASR) ini, peserta seleksi tes CPNS akan dirugikan jika seleksi menggunakan aplikasi komputer online yang disediakan dalam sistem CAT. Tidak semua peserta bisa mengoperasikan sistem ujian CAT.

"Yang saya khawatirkan adalah tidak semua peserta bisa mengoperasikan sistem ujian CAT ini, solusinya harus benar-benar tersosialisasikan dengan baik," katanya.

Pemerhati dunia pendidikan ini juga mengimbau pemerintah harus melibatkan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dalam proses perekrutan CPNS. PTN yang dilibatkan atas dasar rekomendasi dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

"Misalnya UI pegang tes untuk Papua dan Sulawesi, sedangkan ITB pegang Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sementara UGM pegang tes untuk Kalimantan dan Sumatera," katanya.

Syaiful berharap, melalui kerja sama dengan PTN, maka proses perekrutan PNS diharapkan akan semakin kredibel. Ia juga mendesak Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara tidak segan untuk membatalkan pengangkatan calon PNS baik itu di kementerian, lembaga, atau pemerintah daerah serta tidak akan memberikan nomor induk pegawai (NIP) jika terjadi kecurangan.

"Rekrutmen PNS itu pintu masuk dalam penataan manajemen kepegawaian nasional. Jadi kalau masuknya saja sudah tidak benar, hasil kerjanya juga akan tidak baik," jelasnya. [rok]

Tags

Komentar

 
x