Rabu, 22 Oktober 2014 | 10:12 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Konvensi Demokrat
Sandiwara Politik dan Manipulasi Politik Ala SBY
Headline
(foto:ilustrasi)
Oleh: Marlen Sitompul
nasional - Kamis, 22 Agustus 2013 | 17:30 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Komite Konvensi Calon Presiden (Capres) Partai Demokrat yang baru dua pekan resmi dibentuk telah mendapat gugatan. Wakil Ketua Majelis Kehormatan Partai Demokrat Marzuki Alie menggugat secara terbuka mekanisme konvensi itu.

Menanggapi hal itu, pakar politik dan hukum tata negara Asep Warlan Yusuf menilai bahwa konvensi Demokrat sebatas sandiwara politik. Menurutnya, penjaringan capres partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu tidak akan berjalan secara demokratis.

"Apakah lahir politik yang demokratis, saya sangat pesimis dan tidak yakin. Konvensi Demokrat ini sebagai sandiwara politik, manipulasi politik," tegas Asep kepada INILAH.COM, Jakarta, Kamis (22/8/2013).

Asep mengemukakan SBY yang juga selaku ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat tentu sudah memiliki jagoannya untuk diusung di Pilpres 2014. Untuk memuluskan jagoannya, maka secara otomatis SBY sudah melakukan strategi pemenangan agar suara seluruh kader Demokrat tidak terpecah.

"SBY harus turun tangan agar semua kader menyatukan kekuatan. Harus ada satu kader dengan satu kekuatan," tegas Asep.

Diketahui, Sekjen Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas yang juga putra bungsu dari SBY itu mendukung salah satu kandidat konvensi. Ibas mendukung anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Pramono Edhie Wibowo yang adik ipar SBY. Dia akan menjadi tim sukses pemenangan Pramono.

Diberitakan sebelumnya, konvensi Partai Demokrat yang didesain sebagai laboratorium demokrasi oleh Partai Demokrat nyatanya kesandung masalah. Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Marzuki Alie mengkritik keras atas kerja komite yang dipimpin mantan Menteri Agama Maftuch Basyuni ini.

"Komite konvensi mengusulkan nama-nama, namun tidak jelas kriterianya apa? Harusnya komite sepakati kriteria dan persyaratannya," ujar Marzuki Alie di gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Rabu (21/8/2013). [yeh]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER