Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 23 Desember 2014 | 05:20 WIB
Hide Ads

Konvensi Demokrat

Sandiwara Politik dan Manipulasi Politik Ala SBY

Oleh : Marlen Sitompul | Kamis, 22 Agustus 2013 | 17:30 WIB
Sandiwara Politik dan Manipulasi Politik Ala SBY
(foto:ilustrasi)

INILAH.COM, Jakarta - Komite Konvensi Calon Presiden (Capres) Partai Demokrat yang baru dua pekan resmi dibentuk telah mendapat gugatan. Wakil Ketua Majelis Kehormatan Partai Demokrat Marzuki Alie menggugat secara terbuka mekanisme konvensi itu.

Menanggapi hal itu, pakar politik dan hukum tata negara Asep Warlan Yusuf menilai bahwa konvensi Demokrat sebatas sandiwara politik. Menurutnya, penjaringan capres partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu tidak akan berjalan secara demokratis.

"Apakah lahir politik yang demokratis, saya sangat pesimis dan tidak yakin. Konvensi Demokrat ini sebagai sandiwara politik, manipulasi politik," tegas Asep kepada INILAH.COM, Jakarta, Kamis (22/8/2013).

Asep mengemukakan SBY yang juga selaku ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat tentu sudah memiliki jagoannya untuk diusung di Pilpres 2014. Untuk memuluskan jagoannya, maka secara otomatis SBY sudah melakukan strategi pemenangan agar suara seluruh kader Demokrat tidak terpecah.

"SBY harus turun tangan agar semua kader menyatukan kekuatan. Harus ada satu kader dengan satu kekuatan," tegas Asep.

Diketahui, Sekjen Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas yang juga putra bungsu dari SBY itu mendukung salah satu kandidat konvensi. Ibas mendukung anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Pramono Edhie Wibowo yang adik ipar SBY. Dia akan menjadi tim sukses pemenangan Pramono.

Diberitakan sebelumnya, konvensi Partai Demokrat yang didesain sebagai laboratorium demokrasi oleh Partai Demokrat nyatanya kesandung masalah. Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Marzuki Alie mengkritik keras atas kerja komite yang dipimpin mantan Menteri Agama Maftuch Basyuni ini.

"Komite konvensi mengusulkan nama-nama, namun tidak jelas kriterianya apa? Harusnya komite sepakati kriteria dan persyaratannya," ujar Marzuki Alie di gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Rabu (21/8/2013). [yeh]

Tag :

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Login with