Find and Follow Us

Senin, 27 Mei 2019 | 15:42 WIB

Korupsi Migas, Rudi Dianggap Akademisi Penjahat

Oleh : Marlen Sitompul | Minggu, 18 Agustus 2013 | 00:12 WIB
Korupsi Migas, Rudi Dianggap Akademisi Penjahat
Mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandi - (Foto : inilah.com/Agus Priatna)

INILAH.COM, Jakarta - Mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandi sebagai tersangka kasus suap Migas dikenal sebagai akademisi yang teladan. Namun, setelah masuk dalam sistem birokrasi pemerintah justru terjerumus kedalam kejahatan korupsi.

Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Iberamsjah mengatakan bahwa penangkapan Rudi telah menciderai akademisi di tanah air. Menurutnya, sosok teladan Rudi tak bermanfaat jika akhirnya jatuh kedalam kejahatan yang luar biasa.

"Lebih baik penjahat jadi alim, dari pada orang alim menjadi penjahat. Lebih baik asalnya neraka jadi surga," kata Iberamsjah beberapa saat lalu kepada INILAH.COM.

Iberamsjah menegaskan, sebagai akademisi harus memberikan teladan kepada bangsa. Bukan sebaliknya, Rudi yang dikenal sebagai dosen teladan itu justru memberikan pelajaran yang buruk bagi akademisi di Indonesia.

"Jadi orang kampus (akademisi) itu harus hati-hati betul, jangan main yang haram-haram," tegas Iberamsjah.

Diketahui, pasca penangkapan Rudi beberapa pihak termasuk kalangan anggota dewan terkejut mendengar kabar keterlibatannya dalam kasus tindak kejahatan korupsi di SKK Migas.

Sebab, sebelum diangkat sebagai Wakil Menteri ESDM dan Kepala SKK Migas oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Rudi dikenal sebagai dosen teladan yang menguasai ilmu yang digelutinya.

KPK telah menetapkan mantan Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini, dan Devi Ardi dari swasta sebagai tersangka penerima suap terkait lingkup kewenangan SKK Migas. Sedangkan Simon Tanjaya dari perusahaan Kernel Oil Pte Ltd ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap.

Rudi Rubiandini dan pelaku swasta Devi Ardi sebagai penerima suap dituduh melanggar pasal 12 huruf a dan b atau pasal 5 ayat 2 atau pasal 11 UU No. 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU No. 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sementara, pelaku pemberi suap, Simon Tanjaya, dari perusahaan Kernel Oil diduga melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a dan b atau pasal 13 UU No. 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU No. 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. [mes]

Komentar

x