Find and Follow Us

Jumat, 23 Agustus 2019 | 19:23 WIB

Jadi Imam Sholat, Tifatul Sembiring Dikecam

Oleh : Agus Rahmat | Rabu, 14 Agustus 2013 | 22:40 WIB
Jadi Imam Sholat, Tifatul Sembiring Dikecam
Menkominfo Tifatul Sembiring - (Foto : inilah.com/Syamsuddin Nasoetion)

INILAH.COM, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) yang juga bekas Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring, dikecam setelah menjadi imam sholat Idul Fitri 1434 H di lapangan Merdeka Medan, Kamis (8/8/2013) lalu.

Ikatan Persaudaraan Qari-qariah dan Hafizh dan hafizah (IPQAH) Kota Medan mengecam sikap Tifatul yang menyerobot imam sholat. Pemkot Medan, telah menetapkan Drs.H.Darwin Hasibuan sebagai imam. Tifatul hanya dimintai menjadi khatib saja.

Jadwal itu ternyata dilanggar. Darwin yang sudah dijadwalkan menjadi Imam, sudah menempati posisi depan, tempat imam. Tetapi, tiba-tiba Darwin diminta mundur untuk berada di deretan makmun. Saat itu, ada Walikota Medan T Dzulmi Eldin S.

Tifatul dianggap telah menyerobot jatah imam yang bukan haknya. Ini disesalkan oleh IPQAH, apalagi Tifatul adalah seorang menteri.

"Ini keterlaluan. Tidak biasanya seperti itu. Seperti biasa-biasanya, tidak pernah ada penggantian secara mendadak. Mengapa seorang Menteri begitu cerobohnya mengambil alih posisi imam sholat," kecam Ketua Bidang Kesenian IPQAH Medan, Gamal Abdul Naser Lubis seperti dilansir kabarwashliyah.com, Senin (12/8/2013).

Bagi IPQAH, Tifatul tidak layak menjadi imam. Qori dan Hafizah merasa dilecehkan dengan sikap Tifatul yang menyerobot imam ini.

"Yang pantas menjadi imam adalah para Qori dan Hafizah, bukan pemilik status sosial yang tinggi. Sebab, para Hamalatul Quran adalah keluarga Allah dimuka bumi (hadist Rasul, red)," jelasya.

Pihak IPQAH juga mempertanyakan pergantian mendadak ini kepada pihak Pemkot Medan. Apalagi, sebelum pelaksanaan ibadah sholat Idul Fitri tersebut, telah diedarkan spanduk-spanduk petugas imam sholat dan penceramah. Dengan perubahan tiba-tiba, masyarakat kota Medan pun mempertanyakannya.

"Ini kan memalukan bagi IPQAH. Warga kota Medan banyak bertanya kepada kami," tandasnya.[bay]

Komentar

x