Minggu, 26 Oktober 2014 | 08:50 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Demo Ratusan Pedagang Ancam Duduki Ngurah Rai
Headline
Ratusan Pedagang Berdemo - (Foto : inilah.com/Dewa Putu Sumerta)
Oleh: Dewa Putu Sumerta
nasional - Jumat, 26 Juli 2013 | 13:31 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Denpasar - Untuk kesekian kalinya, ratusan pedagang Bandara Ngurah Rai yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Bandara (P2B) melakukan aksi demo. Mereka mengancam akan menduduki bandara internasional itu.

Pengunjuk rasa yang jumlahnya sekitar 500 orang dengan membawa poster dengan berbagai tuntutan melakukan aksi long march sekitar 500 meter menuju kantor konsultan pengelola bandara, Grama Vikash Kendra (GVK), di kawasan Jalan By Pass Ngurah Rai.

Aksi demo yang dipimpin Ketua P2B I Wayan Sukses itu mengancam akan melakukan aksi massa yang lebih besar jika tuntutan mereka hari ini tidak ada kepastian relokasi.

"Kita akan terus berjuang sampai puputan. Bahkan kita duduki bandara karena kita masyarakat Bali merasa terusir dari bandara kita sendiri," ujar Sukses dalam aksi demonya, Jumat (26/7/2013).

Aksi demo para pedagang besar-besaran kali ini setelah mereka telah menggelar beberapa kali unjuk rasa dan berjuang untuk tetap bisa berdagang di dalam bandara. Pihak pengelola Bandara Ngurah Rai awalnya menjanjikan akan merelokasi para pedagang, tetapi hingga waktu yang dijanjikan belum juga terealisasi.

"Pedagang yang ada harus segera direlokasi dan 1.500 meter persegi dialokasikan tempat sesuai kesepakatan," tegasnya.

Para pedagang yang berunjuk rasa merasa terusir secara halus dari Bandara Ngurah Rai sejak renovasi berlangsung beberapa waktu lalu. "Kita menuntut relokasi karena kini para pedagang yang sudah belasan tahun berjualan di dalam bandara tidak mendapat tempat lagi berdagang di Bandara Internasional Ngurah Rai," jelasnya.

Sukses mengaku, setelah Bandara Ngurah Rai direnovasi, pengelola tempat usaha bandara membuka tender untuk tempat usaha di dalam bandara dengan harga dan minimal omzet pertahun yang sangat memberatkan pedagang lama. Para pedagang lama merasa gagal bersaing dalam tender yang mereka nilai tidak masuk akal. [rok]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER