Rabu, 16 April 2014 | 11:12 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Terduga Teroris Tulungagung Pencari Rumput
Headline
beritajatim.com
Oleh:
nasional - Selasa, 23 Juli 2013 | 14:56 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Tulungagung - Mugi Hartanto (38) salah seorang terduga teroris yang selamat dalam penyergapan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri di depan warung Jalan Pahlawan, Tulungagung, Senin (22/7/2013) pukul 08.45 WIB kemarin sehari-hari sebagai peternak kambing.

Mugi, begitu panggilan akrabnya juga berprofesi sebagai guru honorer di salah satu SDN, wilayah Tulungagung. Dia lahir dari Desa Prambon, tetangga Desa Gambiran, Pagerwojo tempat tinggalnya sekarang ini.

"Sehari hari mencari rumput untuk makan kambing itu," ujar Anik Sutrismi (32) istri Mugi ditemui di rumahnya di Desa Gambiran RT 01 RW 03 Kecamatan Pagerwojo Tulungagung, Selasa (23/7/2013) pagi.

Di depan rumah Mugi terdapat kandang kambing. Kambing-kambing itu milik Fajar, guru SMPN II Kauman Tulungagung yang dipelihara dengan sistem bagi hasil.

"Itu kambing untuk kurban. Semuanya milik pak Fajar. Suami saya hanya memelihara. Nanti hasilnya dibagi. Jadi sehari-hari itu hanya mencari rumput," jelas Anik.

Anik mengakui, suaminya juga berprofesi sebagai guru. Mugi mengajar bahasa Inggris di SDN Geger III. Dalam seminggu, dia hanya masuk sekali, yaitu hari Selasa.

"Suami saya guru honorer di SDN Geger III. Dia ngajar bahasa Inggris, karena jamnya dirangkap, seminggu hanya masuk sekali. Dia ngajar mulai pagi hingga siang hari," masih kata Anik.

SDN Geger III terletak di Kecamatan Sendang. Dari rumah Mugi terpaut jarak hingga 20 kilometer, berada di sebelah utara. Tetapi, aktivitas rutin Mugi tidak lepas dari memelihara kambing dan berkebun.

Anik mengatakan, suaminya pernah bertemu dengan Rizal, terduga teroris yang ditembak mati. Dia pun mengaku hanya sekadar tahu karena aktivitas Rizal sebagai seorang da'i yang sering berceramah.

Selain itu, imbuh Anik, pertemuan Mugi dengan Rizal karena anak keduanya Husna bersekolah di TK/PAUD Aisyah, tempat di mana Rizal tinggal. Sementara Dayat, kata Anik, tidak mengenal sama sekali.

"Kalau yang namanya Dayat itu sama sekali tidak kenal. Kata orang-orang dia baru tiga hari di Desa Penjor," ungkap Anik.

Sebelumnya, keluarga membantah Mugi Hartanto terlibat teroris. Keluarga yakin Mugi hanya tengah apes karena dimintai tumpangan gratis.

Mugi kebetulan hendak ke Tulungagung untuk membayar pajak sepeda motor Sepin, kakaknya. Saat mengantar buku dan mukena putrinya (Husna) di TK Aisyah berpapasan dengan Rizal dan Dayat. Akhirnya mereka turun bersama Sapari, terduga teroris lain yang selamat. [beritajatim]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER