Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 1 Februari 2015 | 12:37 WIB
Hide Ads

Kompol AD Curi Berkas di Ruang TU BNN

Oleh : Anton Hartono | Senin, 8 Juli 2013 | 13:08 WIB
Kompol AD Curi Berkas di Ruang TU BNN
Badan Narkotika Nasional (BNN) - (Foto : istimewa)

INILAH.COM, Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) menjelaskan pencurian berkas yang dilakukan oleh anggota Bareskrim Polri berinisial AD berpangkat Komisaris di ruang Tata Usaha (TU) BNN.

Kabag Humas Badan Narkotika Nasional (BNN), Sumirat Dwiyanto menjelaskan pencurian berkas itu tidak terjadi di ruangan Deputi Pemberantasan Narkoba BNN, Benny Mamoto

"Kompol AD mengambil berkas di ruang TU, tidak di ruangan Pak Benny. Tapi perihal berkas apa, masih kita periksa," ujar Sumirat, Senin (8/7/2013).

Namun hingga kini pihak BNN masih belum mau memberikan keterangan terkait berkas apa saja yang hilang atau diambil oleh Kompol AD pada Kamis (4/7/2013) malam.

Menurutnya pihak BNN masih melakukan koordinasi dengan Bareskrim terkait kasus tersebut. Bahkan BNN juga membatalkan laporan ke Polres Jakarta Timur terkait aksi Kompol AD yang nyelonong masuk ke Kantor BNN.

"Tidak kita laporkan, kita masih koordinasi dengan Bareskrim. Karena selama ini kita kerjasama dengan baik dengan Bareskrim sebagaimana biasa," ujarnya.

Perihal Kompol AD, Sumirat mengakui bahwa Kompol AD pernah ditugaskan di BNN selama kurang lebih 2 tahun. Masa tugasnya di BNN berakhir pada 2012, sehingga dikembalikan ke Bareskrim Polri.

Hingga kini Kompol AD masih dalam pemeriksaan Bareskrim untuk dimintai keterangan terkait aksi yang dilakukan di Kantor BNN, Cawang, Kramatjati, Jakarta Timur.

Sebelumnya diberitakan adanya laporan dari seorang pengusaha bidang penukaran mata uang bernama Helena yang mengaku telah diperas oleh pejabat BNN. Helena melaporkan kasus tersebut ke Bareskrim Polri.

Selanjutnya, pada Kamis (4/7/2013) malam, petugas keamanan BNN melaporkan ke Mapolres Jakarta Timur tentang adanya seorang anggota Mabes Polri datang secara tiba-tiba dan menyita sejumlah berkas yang diduga milik Benny Mamoto. Penyitaan berkas itu diduga masih terkait kasus Benny Mamoto yang dilaporkan ke Bareskrim Polri.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Helena yang seorang pengusaha bidang penukaran mata uang, pada Februari 2012 lalu melakukan transaksi di bank diketahui rekeningnya telah diblokir oleh BNN sesuai surat yang diterima oleh PPATK dengan alasan adanya transaksi mencurigakan.

Rekening PT SMC itu diduga melakukan transaksi dengan seorang berinisial WW, pemilik rekening BCA yang dicurigai melakukan transaksi narkoba. Diketahui, pemblokiran itu ditandatangani oleh Benny J. Mamoto.

Namun Helena menuding pemblokiran itu tidak ada kejelasan dari BNN dan sangat merugikannya karena harus menanggung biaya operasional BNN hingga mencapai ratusan juta rupiah untuk membuka rekening tersebut. [mvi]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

36921

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.