Senin, 20 Oktober 2014 | 20:03 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Kompol AD Curi Berkas di Ruang TU BNN
Headline
Badan Narkotika Nasional (BNN) - (Foto : istimewa)
Oleh: Anton Hartono
nasional - Senin, 8 Juli 2013 | 13:08 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) menjelaskan pencurian berkas yang dilakukan oleh anggota Bareskrim Polri berinisial AD berpangkat Komisaris di ruang Tata Usaha (TU) BNN.

Kabag Humas Badan Narkotika Nasional (BNN), Sumirat Dwiyanto menjelaskan pencurian berkas itu tidak terjadi di ruangan Deputi Pemberantasan Narkoba BNN, Benny Mamoto

"Kompol AD mengambil berkas di ruang TU, tidak di ruangan Pak Benny. Tapi perihal berkas apa, masih kita periksa," ujar Sumirat, Senin (8/7/2013).

Namun hingga kini pihak BNN masih belum mau memberikan keterangan terkait berkas apa saja yang hilang atau diambil oleh Kompol AD pada Kamis (4/7/2013) malam.

Menurutnya pihak BNN masih melakukan koordinasi dengan Bareskrim terkait kasus tersebut. Bahkan BNN juga membatalkan laporan ke Polres Jakarta Timur terkait aksi Kompol AD yang nyelonong masuk ke Kantor BNN.

"Tidak kita laporkan, kita masih koordinasi dengan Bareskrim. Karena selama ini kita kerjasama dengan baik dengan Bareskrim sebagaimana biasa," ujarnya.

Perihal Kompol AD, Sumirat mengakui bahwa Kompol AD pernah ditugaskan di BNN selama kurang lebih 2 tahun. Masa tugasnya di BNN berakhir pada 2012, sehingga dikembalikan ke Bareskrim Polri.

Hingga kini Kompol AD masih dalam pemeriksaan Bareskrim untuk dimintai keterangan terkait aksi yang dilakukan di Kantor BNN, Cawang, Kramatjati, Jakarta Timur.

Sebelumnya diberitakan adanya laporan dari seorang pengusaha bidang penukaran mata uang bernama Helena yang mengaku telah diperas oleh pejabat BNN. Helena melaporkan kasus tersebut ke Bareskrim Polri.

Selanjutnya, pada Kamis (4/7/2013) malam, petugas keamanan BNN melaporkan ke Mapolres Jakarta Timur tentang adanya seorang anggota Mabes Polri datang secara tiba-tiba dan menyita sejumlah berkas yang diduga milik Benny Mamoto. Penyitaan berkas itu diduga masih terkait kasus Benny Mamoto yang dilaporkan ke Bareskrim Polri.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Helena yang seorang pengusaha bidang penukaran mata uang, pada Februari 2012 lalu melakukan transaksi di bank diketahui rekeningnya telah diblokir oleh BNN sesuai surat yang diterima oleh PPATK dengan alasan adanya transaksi mencurigakan.

Rekening PT SMC itu diduga melakukan transaksi dengan seorang berinisial WW, pemilik rekening BCA yang dicurigai melakukan transaksi narkoba. Diketahui, pemblokiran itu ditandatangani oleh Benny J. Mamoto.

Namun Helena menuding pemblokiran itu tidak ada kejelasan dari BNN dan sangat merugikannya karena harus menanggung biaya operasional BNN hingga mencapai ratusan juta rupiah untuk membuka rekening tersebut. [mvi]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER