Senin, 24 November 2014 | 23:05 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Empat Tersangka Suap Hakim Kembali dari Bandung
Headline
Ilustrasi - ist
Oleh: Firman Qusnulyakin
nasional - Jumat, 5 Juli 2013 | 18:30 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Empat tersangka kasus suap hakim terkait pemulusan perkara kasus korupsi dana Bansos Pemkot Bandung, tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (5/7/2013) petang.

Keempat tersangka yaitu Hakim Setyabudi Tejocahyono, Toto Hutagalung, Asep Triana, dan PLT Kepala Dinas Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD), Herry Nurhayat tiba di KPK sekitar pukul 17.40 WIB.

Diantar menggunakan mobil tahanan, keempat tersangka yang mengenakan rompi tahanan berwarna orange itu kompak tutup mulut saat ditanya terkait rekonstruksi kasus yang dilakukan di Bandung sejak Rabu (2/7/2013) kemarin.

Penyidik KPK dibantu kepolisian Bandung sejak Rabu menggelar rekonstruksi kasus dugaan suap Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Setyabudi Tejocahyono terkait penanganan perkara korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Dalam rekonstruksi tersebut, beberapa lokasi yang diduga berkaitan dengan praktik suap terhadap Hakim Setyabudi jadi sasaran KPK.

Seperti Pengadilan Tinggi Bandung, kantor pemerintahan kota Bandung, tempat karaoke bahkan rumah Wali Kota Bandung Dada Rosada juga menjadi sasaran penyidik.

Dada Rosada bersama eks Sekda Edi Siswadi sudah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus ini.

Kasus ini terbongkar setelah KPK menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Jumat (22/3/2013) lalu dimana KPK menangkap tangan Asep Triana dan Hakim Setyabudi di kantor Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat.

Penangkapan berlangsung usai penyerahan uang suap yang berlangsung di ruangan Hakim Setyabudi. KPK menyita uang tunai Rp150 juta yang ditengarai sebagai uang suap yang diterima Hakim Setyabudi penanganan perkara korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Termasuk barang bukti uang Rp350 juta yang ditemukan di mobil milik Asep Triana.

Setelah itu KPK juga menangkap Herry Nurhayat di kantor Pemkot Bandung. Adappun Toto Hutagalung disebut-sebut pihak pemberi uang suap melalui tersangka Asep Triana kepada Hakim Setyabudi. Uang suap disebut-disebut diberikan agar vonis para terdakwa kasus korupsi Bansos Pemkot Bandung rendah. [mvi]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER