Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 25 Mei 2015 | 14:16 WIB
Hide Ads

Kronologi Munarman FPI Siram Air ke Sosiolog UI

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Jumat, 28 Juni 2013 | 09:41 WIB
Kronologi Munarman FPI Siram Air ke Sosiolog UI
(Foto : istimewa)

INILAH.COM, Jakarta - Sosiolog Universitas Indonesia (UI) Thamrin Amal Tamagola menceritakan kronologi penyiraman air teh yang dilakukan juru bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman.

Ketika itu, dirinya bersama Munarman berdiskusi dalam acara di salah satu stasiun televisi swasta, Jumat (28/6/2013) pagi. Tema yang dibahas terkait sweeping ormas saat Ramadan.

"Tadi dari pihak kepolisian memberikan keterangan melalui Pak Boy Rafli (Karopenmas Polri), setelah itu saya diberikan waktu oleh pembawa acara dari sisi sosiologinya. Nah saya perkuat statemen Munarman, memang benar hukum itu harus ditegakkan, Perda atau peraturan lainnya," ujar Thamrin kepada INILAH.COM.

Dalam diskusi, ia menyampaikan pendapatnya bahwa sweeping tidak dibenarkan. Terkadang polisi membiarkan tindakan tersebut terjadi.

"Nah mungkin kapolres atau kapolsek di daerah juga demikian, melihat dulu kagak bertindak. Afiliasi politik siapa yang melakukan sweeping, di situ dia (Munarman) mulai tinggi nadanya dan marah. Dia tidak senang," terang dia.

Setelah itu, Munarman mengeluarkan data. Thamrin pun meminta supaya tokoh FPI itu mendengarkan penjelasannya. "Lalu saya disiram dan saya tetap duduk tidak berdiri, saya ajak diskusi Munarman berkali-kali tolong dengarkan saya. Saya sepakat dengan argumen Munarman, cuma polisi yang tidak bertindak," ujarnya. [rok]

Tag :

Berita Terkait Lainnya

3 Komentar

Image Komentar
MISBAHUL - Rabu, 3 Juli 2013 | 16:37 WIB
Sepakat sama munarman!!!
Image Komentar
ERENST - Rabu, 3 Juli 2013 | 11:40 WIB
Benar-benar tidak pantas dilakukan untuk orang yang mengedepankan agama, karena di islam pun kita diajarkan untuk menghormati orang yang lebih tua...
Image Komentar
JOSHUA - Jumat, 28 Juni 2013 | 13:28 WIB
Orang muslim di indonesia adalah kaum mayoritas. lalu knpa harus dibela? kalo sakit hati dgn amerika ke amerika saja buat bela kaum muslim dan gak usah buat onar di indonesia. jadinya bukan pembela tapi perusak citra islam dan indonesia. gak relevan bangat eksistensi fpi di indonesia yg dasar negaranya pancasila dan binheka tunggal ika. bubarkan saja preman2 itu.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.