Minggu, 21 Desember 2014 | 01:00 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Kronologi Munarman FPI Siram Air ke Sosiolog UI
Headline
(Foto : istimewa)
Oleh: Ahmad Farhan Faris
nasional - Jumat, 28 Juni 2013 | 09:41 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Sosiolog Universitas Indonesia (UI) Thamrin Amal Tamagola menceritakan kronologi penyiraman air teh yang dilakukan juru bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman.

Ketika itu, dirinya bersama Munarman berdiskusi dalam acara di salah satu stasiun televisi swasta, Jumat (28/6/2013) pagi. Tema yang dibahas terkait sweeping ormas saat Ramadan.

"Tadi dari pihak kepolisian memberikan keterangan melalui Pak Boy Rafli (Karopenmas Polri), setelah itu saya diberikan waktu oleh pembawa acara dari sisi sosiologinya. Nah saya perkuat statemen Munarman, memang benar hukum itu harus ditegakkan, Perda atau peraturan lainnya," ujar Thamrin kepada INILAH.COM.

Dalam diskusi, ia menyampaikan pendapatnya bahwa sweeping tidak dibenarkan. Terkadang polisi membiarkan tindakan tersebut terjadi.

"Nah mungkin kapolres atau kapolsek di daerah juga demikian, melihat dulu kagak bertindak. Afiliasi politik siapa yang melakukan sweeping, di situ dia (Munarman) mulai tinggi nadanya dan marah. Dia tidak senang," terang dia.

Setelah itu, Munarman mengeluarkan data. Thamrin pun meminta supaya tokoh FPI itu mendengarkan penjelasannya. "Lalu saya disiram dan saya tetap duduk tidak berdiri, saya ajak diskusi Munarman berkali-kali tolong dengarkan saya. Saya sepakat dengan argumen Munarman, cuma polisi yang tidak bertindak," ujarnya. [rok]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
3 Komentar
misbahul
Rabu, 3 Juli 2013 | 16:37 WIB
sepakat sama munarman!!!
erenst
Rabu, 3 Juli 2013 | 11:40 WIB
benar-benar tidak pantas dilakukan untuk orang yang mengedepankan agama, karena di islam pun kita diajarkan untuk menghormati orang yang lebih tua...
joshua
Jumat, 28 Juni 2013 | 13:28 WIB
Orang muslim di Indonesia adalah kaum mayoritas. Lalu knpa harus dibela? Kalo sakit hati dgn Amerika ke Amerika saja buat bela kaum muslim dan gak usah buat onar di Indonesia. Jadinya bukan pembela tapi perusak citra islam dan Indonesia. Gak relevan bangat eksistensi Fpi di Indonesia yg dasar negaranya pancasila dan binheka tunggal ika. Bubarkan saja preman2 itu.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER