Sabtu, 2 Agustus 2014 | 07:21 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Soal Sidang Lutfi Hasan, KPK Jual, PKS Beli
Headline
Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKS Fahri Hamzah - (Foto: inilah.com)
Oleh: R Ferdian Andi R
nasional - Rabu, 26 Juni 2013 | 07:01 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam sidang perdana Luthfi Hasan Ishaaq menyebutkan tentang dugaan keterlibatan Hilmi Aminuddin dan Anis Matta. Tidak hanya itu, sebesar Rp2 triliun disebut-sebut disiapkan untuk PKS songsong Pemilu 2014. Dakwaan ini pun ditantang PKS untuk dibuka di pengadilan secara fair.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKS Fahri Hamzah menantang agar seluruh dakwaan yang dikaitkan kepada petinggi PKS dibuka secara fair di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. "Saya minta majlis hakim untuk memanggil nama-nama yang disebut. Saya juga meminta Yuddy Setiawan agar dihadirkan untuk dikonfrontir dengan Ahmad Fathanah dan Luthfi Hasan Ishaaq," ujar Fahri di gedung DPR Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (25/6/2013).

Fahri menantang agar seluruhnya dibuka secara telanjang di publik mellaui sidang di Pengadilan Tipikor. Ia meminta agar pihak-pihak yang disebut dikonfrontir satu dengan lainnya. "Konfrontir di depan pengadilan, agar tidak menjadi omong kosong." sebut Fahri.

Fahri menyebutkan dakwaan JPU KPK tak ubahnya seperti detektif. Apa yang diperiksa hasilnya berbeda di dakwaan. Ia mencontohkan Anis Matta telah diperiksa KPK sebanyak tiga kali terkait sertifikat tanah yang ditemukan di tas Ahmad Fathanah, percakapan Anis Matta dengan Fathanah terkait Pilkada Sulsel serta dengan temannya. Tetapi, tiba-tiba muncul dalam dakwaan angka Rp1,9 miliar," tambah Fahri.

Terkait angka Rp 2 triliun yang disebutkan dalam dakwaan diperuntukkan kepada PKS untuk kepentingan Pemilu 2014, Fahri menyebutkan hal tersebut hanyalah rekaan Yuddy Setiawan. "Logikanya sederhana, bagaimana Yudhhy Setiawan membuat keputusan fund rising PKS padahal dia bukan orang PKS. Itu dia tulis sendiri kemudian difoto," kelit Fahri yang memastikan antara Anis Matta dan Yuddy Setiawan tidak saling kenal satu sama lain.

Sementara Wakil Sekjen DPP PKS Mahfudz Siddiq meminta proses pengadilan tunduk pada aturan main yang sesuai dengan KUHAP. "Saya menilai, kasus hukum ini bukan semata-mata di ruang hukum. Tapi dimasukkan di dalam kotak politik," kata Mahfudz.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER