Rabu, 3 September 2014 | 11:35 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Tanah Terbelah dan Ambles
Ada Rongga dan Sungai Bawah Tanah di Sumenep
Headline
beritajatim.com
Oleh:
nasional - Selasa, 18 Juni 2013 | 14:20 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Sumenep - Terbelah dan amblesnya tanah di Dusun Karongkong, Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, dan Dusun Kecer Laok, Desa. Kecer, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, Madura dinilai sebagai sebuah gejala alam yang berbeda dibanding daerah lain.

Pakar geologi, konsultan BNPB kajian resiko bencana, Petrus Mariono, Selasa (18/06/13) menjelaskan, di daerah lain biasanya terjadi longsor untuk daerah dengan kemiringan tinggi. Namun di Sumenep yang terjadi justru tanah ambles dan terbelah.

"Di dua daerah yang ambles itu tanahnya landai. Jadi yang terjadi justru bukan longsor, namun ambles, sehingga sulit diprediksi. Kami harus cek, di bawah tanahnya ini ada apa, kok bisa menyebabkan amblesnya tanah yang cukup signifikan," katanya.

Petrus memaparkan, berdasarkan hasil pemetaan geologi yang telah dilakukannya, di Desa Kecer dan Matanair ada aliran sungai bawah tanah yang nyambung. "Jadi ada rongga yang rawan menyebabkan gerakan tanah terbelah. Semakin hari gerakan tanah ini makin parah. Awalnya kedalaman hanya 20 cm, sekarang kedalaman tanah yang ambles mencapai 6 meter," ujarnya.

Ia memaparkan, melihat kedalaman amblesnya tanah yang semakin parah, pihaknya mengkhawatirkan tebing ambles itu akan ambruk. Kondisi tersebut akan diperparah apabila turun hujan. "Tanah yang terbelah dan ambles itu membentuk dinding. Kedalamannya sekarang sekitar 5-6 meter. Ini cukup mengkhawatirkan. Tinggal menunggu waktu, sewaktu-waktu bisa ambruk. Semakin ada hujan, maka tanah akan semakin cepat bergerak," terangnya.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya tengah mendeteksi, kemungkinan pergerakan tanah tersebut sampai kapan. Pihaknya juga tngah membuat peta kerawanan di kabupaten Sumenep. "Kami tengah menggali lebih lanjut, potensi serupa itu terjadi dimana saja. Kalau di Dusun Karongkong itu, lokasi pergerakan tanahnya melingkar membentuk tapal kuda. Kalau yang di Kecer Dasuk, membentuk garis lurus," paparnya.

Sebelumnya, fenomena alam mengejutkan terjadi hampir bersamaan di dua lokasi di Sumenep, yakni di Dusun Kecer Laok, Desa Kecer, Kecamatan Dasuk, dan Dusun Karongkong, Desa Matanair, Kecamatan Rubaru. Tanah di dua lokasi ini tiba-tiba terbelah dan ambles. Beruntung tidak ada korban dalam peristiwa tersebut. Namun lahan-lahan pertanian milik warga yang tengah ditanami cabe, kacang tanah, dan ketela pohon, rusak dan ambles. Sedangkan beberapa rumah di Desa Matanair terancam ambruk. Dindingnya retak-retak terkena imbas getaran tanah sebelum terbelah dan ambles. [beritajatim]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER