Sabtu, 1 November 2014 | 00:46 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Masyarakat Jasa Menolak Penaikan Harga BBM
Headline
Pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) - (Foto: inilah.com)
Oleh:
nasional - Senin, 17 Juni 2013 | 05:35 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Meski belum ditetapkan, gelombang penolakan rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai terlihat. Salah satunya, Ketua Umum Himpunan Kontraktor Muda Indonesia (DPP HAKMI) Ikbal Basir Khan.

Penolakan itu, ditegaskannya karena akan berimplikasi langsung kepada masyarakat seperti naiknnya harga transportasi dan yang juga berimplikasi pada material konstruksi.

"Seharusnya sebelum menaikkan harga BBM, pemerintah terlebih dahulu membuat regulasi yang mengatur dampak melonjaknya harga pasca naiknya BBM agar tidak membebani para kontraktor," ujar Ikbal, Senin (17/6/2013).

Menurut ikbal, saat menyusun alokasi harga yang dituangkan dalam bentuk rencana anggaran biaya (RAB) disesuaikan dengan harga Pasar ketika BBM belum naik. Namun pada saat pekerjaan berjalan seluruh rencana biaya pekerjaan berubah akibat naiknya BBM, tapi Kontraktor dituntut harus menyelesaikan pekerjaan karenajika tidak akan berdampak pada risiko hukum.

Sementara jika terdapat harga satuan proyek yang dianggap lebih tinggi dari harga pasar, pihaknya dituntut untuk mengembalikan uang negara. "Tapi jika lebih rendah, negara harus harus mengembalikan uang kepada kami biar adil," kata Alumni Fakultas Hukum Universitas Tadulako, Palu itu.

Selanjutnya menurut ayah tiga orang anak ini, seluruh Pembangunan infrastruktur di Indonesia yang menggunakan dana APBN dan APBD tidak lepas dari peran pihak dan kolegnya. Untuk itu perlu ada kebijakan dari pemerintah soal itu.

Jika pemerintah tetap menaikkan harga BBM maka pihak pengguna jasa dalam hal ini para menteri, gubernur dan bupati serta semua jajaran dinas terkait harus memberi kebijakan atau dispensasi agar proyek yang telah berjalan dan terkena imbas dari kenaikkan harga BBM agar dapat dilakukan penyesuaian harga satuan dan penyesuaian volume pekerjaan. "Hal ini agar tidak memberatkan kami," kunci Iklbal.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER