Find and Follow Us

Selasa, 23 Juli 2019 | 21:27 WIB

Manuver PKS Sama Seperti SBY pada 2009

Oleh : Ajat M Fajar | Sabtu, 8 Juni 2013 | 12:10 WIB
Manuver PKS Sama Seperti SBY pada 2009
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) - (Foto : istimewa)

INILAH.COM, Jakarta - Partai Golkar mengaku tidak kaget dengan manuver yang dilakukan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) khususnya soal menolak penaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Pasalnya manuver PKS ini juga pernah dilakukan oleh Presiden SBY guna menarik simpati publik, khususnya menaikan elektabilitasnya di 2009.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Golkar Harry Azhar Aziz mengatakan, Presiden SBY pada tahun 2009 pernah menahan harga BBM. Padahal pada saat itu harga minya dunia sedang melambung tinggi.

"Sejak tahun 2013 ini memang kenaikan harga BBM relatif terlambat, terakhir kita menaikan BBM tahun 2008 padahal tahun 2009 itu harga minyak dunia tengah melambung tinggi, tapi ini ditahan dan akhirnya pak SBY menang. Itu bagus pak SBY cerdik. Nah praktik-praktik ini yang sekarang dimainkan PKS," kata Harry saat mengisi diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (8/6/2013).

Harry menjelaskan, sikap tersebut saat ini sedang ditunjukan oleh PKS. Namun kondisi saat ini sangat tidak memungkinkan untuk menolak kenaikan BBM, karena postur APBN Indonesia sudah tidak memadai lagi.

Selain itu, menolak kebijakan untuk menaikan harga BBM tersebut sama saja mengajak pemerintah untuk melanggar Undang-Undang demi menyejahterakan rakyat dari sisi pembangunan melalui pengalihan subsidi BBM.

"Tapi dengan kebijakan nasional demi rakyat Indonesia maka kita dukung, kalau kita menolak kenaikan harga BBM maka kita mendorong pemerintah untuk melanggar UU. Itu tidak baik, apakah PKS seperti itu?" tutur Harry.

"Jadi kita tidak boleh seperti itu karena dengan penghematan ini negara mendapatkan Rp84 triliun yang nantinya pengalihan subsidi itu bisa untuk pembangunan lainnya," tegasnya. [mvi]

Komentar

x