Sabtu, 22 November 2014 | 01:53 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Sambut Puasa, Kementan Batasi Impor Bawang Merah
Headline
Menteri Pertanian (Mentan) Suswono - (Foto : inilah.com)
Oleh: M.Harismarseno
nasional - Jumat, 7 Juni 2013 | 15:00 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Suswono berjanji akan membatasi impor bawang merah pada Juli - Agustus 2013 mendatang. Pembatasan impor ini ditujukan untuk melindungi harga jual bawang merah petani lokal, saat masuknya panen raya.

"Ada kemungkinan pasar domestik akan diserang oleh pasokan bawang merah impor, akibat tingginya permintaan di waktu tersebut, karena bersamaan dengan masuknya momentum hari besar keagamaan nasional. Namun perkiraan kami periode itu akan terjadi panen raya di sentra - sentra pertanian bawang seperti di Brebes Jawa Tengah dan Sumatera Utara," ujar Suswono saat melakukan kunjungan kerja di Brebes Jawa Tengah Kamis (6/6/2013).

Kementerian Pertanian tidak ingin petani kembali dirugikan akibat pasokan impor. Apalagi diperkirakan ada kenaikan harga karena mendekati Ramadhan dan Lebaran.

"Keran impor hanya akan dibuka, jika memang sangat mendesak, dan kebutuhan di luar kapasitas produksi petani. Itu pun tanpa kuota, dan hanya dua pelabuhan, yakni pelabuhan Belawan Medan, dan Pelabuhan Soekarno - Hatta di Makasar," ujarnya.

Alasan dibatasinya pintu masuk impor pada dua pelabuhan, karena disesuaikan dengan pola distribusi bawang yang ada pada saat ini. Selama ini distribusi komoditas bawang dilakukan melalui sentra pertanian di pulau Jawa, untuk hampir seluruh Indonesia.

"Kita memang tidak ingin bawang impor masuk ke Jawa, karena Jawa merupakan sentra pertanian bawang merah terbesar. Kalau Sumatera memang ada juga, namun tidak terlalu luas, dan tidak akan berdampak sistematik terhadap harga, jika pasokan impor masuk. Maka dari itu kita pilih pelabuhan Belawan dan Soekarno Hatta, namun itu pun harus tetap kondisional," ujar Suswono.

Suswono mengharapkan, petani bawang lokal diuntungkan, agar mereka terdorong untuk meningkatkan produksi,. Jika produksi banyak tentunya Indonesia tidak akan didera impor. [mel]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER