Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 30 Agustus 2015 | 10:33 WIB
Hide Ads

Sekte Seks Seret Kepala Perpusarda Kota Bandung

Oleh : Dery FG | Rabu, 29 Mei 2013 | 12:00 WIB

Berita Terkait

Sekte Seks Seret Kepala Perpusarda Kota Bandung
(Foto : istimewa)

INILAH.COM, Bandung - Isu sekte seks bebas di Kota Bandung menyeret nama Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bandung Muhammad Anwar. Dia mengaku difitnah dengan isu tersebut sehingga sudah melaporkannya ke Polrestabes Bandung.

Dalam dokumen yang diterima INILAH berupa Surat Perintah No 041/019-C-Kapusarda tertanggal 31 Januari 2013, Anwar disebut-sebut memerintahkan beberapa karyawan di lingkungan Kantor Perpusarda Kota Bandung mengikuti ritual seks bebas sesuai jadwal dan lokasi yang ditentukan, kalender ritual tahun 2013.

Menanggapi hal itu, Anwar mengaku emosi dan geram. "Saya sudah tahu, itu fitnah. Nggak bener semua. Itu (dokumen sekte seks bebas) sedang ditangani Polrestabes," ujar Anwar saat dihubungi melalui telepon selulernya, Rabu (29/5/2013).

Dia menuturkan, polisi sedang mencari pelaku pembuat dan penyebar dokumen palsu tersebut. Disebut palsu, karena Anwar mengaku tidak pernah menandatanganinya.

"Tolong kalau menyebar, itu sama dengan menyebar fitnah. Polisi sedang mencari siapa pelakunya. Saya tidak pernah tandatangan, kalaupun ada tandatangan saya itu palsu. Mungkin discan (oleh pelaku)," tandasnya.

Selain nama Kepala Kantor Perpusarda Kota Bandung, sejumlah nama karyawan di lingkup kantor tersebut dicatut. Dalam daftar yang menjadi lampiran surat perintah, terdapat 10 nama pegawai yang seluruhnya memiliki jabatan sebagai pelaksana.

Dalam keterangan disebutkan, pengikut lelaki harus melakukan seks bebas dengan 4-5 wanita di kamar yang sudah ditentukan. Sementara pengikut perempuan harus melakukan seks bebas dengan 8 pria di kamar yang juga sudah ditentukan. [ito]

Tag :

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.