Senin, 22 September 2014 | 21:14 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Herman Herry Akui Ada Pertemuan Makan di Senayan
Headline
Anggota Komisi III DPR, Herman Herry - (Foto: istimewa)
Oleh: Marlen Sitompul
nasional - Rabu, 29 Mei 2013 | 06:03 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Anggota Komisi III DPR, Herman Herry menepis tudingan penerimaan uang suap Simulator SIM yang dibungkus dalam kardus.

Herman mengakui adanya pertemuan di sebuah restoran di Plaza Senayan. Namun demikian, pertemuan tersebut hanya undangan makan dan tidak ada pembicaraan simulator apalagi bicara uang.

"Bahwa diundang makan di restoran, saya sebagai manusia yang beretika tentu tidak menolak, apalagi yang undang kawan sendiri tetapi kemudian ada issue uang, tanya saja sama yang ngomong, uang itu kasih ke siapa? Dimana? Siapa saksi nya?," jelas Herman, melalui pesan singkatnya kepada INILAH.COM, Jakarta, Rabu (29/5/2013).

Sebelumnya, ketua Panitia Lelang proyek Simulator SIM Teddy Rusmawan, mengaku menyerahkan empat kardus berisi penuh uang kepada sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Uang itu diserahkan ketika proyek Simulator SIM Korps Lalu lintas Kepolisian RI sedang berjalan.

Empat kardus itu, kata Teddy, diberikan kepada Bambang Soesatyo, Azis Syamsuddin, Herman Herry, dan Desmon Mahesa. Teddy mengaku lupa kapan empat kardus itu diserahkan. Teddy menyerahkan langsung kardus itu di Plaza Senayan.

"Saya serahkan langsung," ungkap Teddy saat bersaksi untuk terdakwa Djoko Susilo di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (28/5/2013).

Namun, kata Teddy, uang itu diserahkan atas perintah Inspektur Jenderal Djoko Susilo selaku Kepala Korlantas Polri. "Itu uang terdakwa. Karena kenyataannya duitnya banyak," jelas Teddy.

Proses penyerahan empat kardus sendiri berlangsung unik. Menurut Teddy, sebelumnya, ia mengadakan komunikasi via BlackBerry Massenger dengan salah satu Anggota Dewan untuk bertemu di sebuah kafe dekat Bioskop XXI Plasa Senayan, Jakarta Selatan.

Tidak diketahui dengan jelas dengan Anggota Dewan mana Teddy mengadakan komunikasi. Yang jelas, pertemuan di kafe itu dibatalkan dengan alasan terlalu ramai dan kemudian dipindahkan ke Cafe Bashara di dantai dasar Plasa Senayan.

"Kita sudah BBM-an, kita ketemu di kafe dekat bioskop, lalu pindah di Cafe Bashara di lantai bawah," ujar Teddy.

Setelah bertemu, kardus-kardus itu juga tidak langsung diserahkan ke masing-masing anggota dewan. Menurut Teddy, Azis Syamsuddin cs meminta dirinya menyerahkan empat kardus itu ke ajudan masing-masing anggota dewan di tempat terpisah.

"Azis dan Bambang Soesatyo lalu memerintahkan ajudannya untuk mengambil kardus-kardus itu. Saya hanya menyerahkan, tidak tahu penggunaannya," tandas Teddy. [ton]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER