Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 4 Maret 2015 | 15:27 WIB
Hide Ads

Wabup Bogor Sebar Video Porno Karena Dendam?

Oleh : Ahmad Sayuti | Jumat, 24 Mei 2013 | 08:58 WIB

Berita Terkait

Wabup Bogor Sebar Video Porno Karena Dendam?
foto:ilustrasi

INILAH.COM, Bandung - Ditreskrimum Polda Jabar masih menyelidiki motif pembuatan dan penyebaran video intim mirip Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Rudy Harsa Tanaya (RHT).

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan, hingga kini pihaknya masih menyelidiki motif di balik pembuatan dan penyebaran video porno mirip politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.

Disinggung apakah motifnya balas dendam dan persaingan politik, Martinus mangaku sedang mendalaminya. "Kalau kita lakukan pemeriksaan berdasarkan fakta. Motif dendam dan persaingan (politik) itu tidak kapasitas kami," paparnya.

Namun dari hasil keterangan beberapa saksi yang sudah diperiksa, rekan RHT, yakni Wakil Bupati Bogor Karyawan Faturachman (KF) merupakan orang yang menyuruh pembuatan dan penyebaran video tersebut.

"Keterangan saksi yang menyuruh KF," tegasnya.

Polda Jabar menerima laporan mengenai penyebaran video tersebut pada April 2010 dengan pelapornya RHT. Saat itu pihaknya langsung mengumpulkan keterangan dan barang bukti untuk mengusut kasus itu.

Setelah dilakukan pemeriksaan secara mendalam dengan mengumpulkan keterangan dari beberapa saksi dan alat bukti kemudian mengerucut kepada I yang pertama kali ditetapkan sebagai tersangka dan akhirnya KF yang juga ditetapkan sebagai tersangka.

KF ditetapkan sebagai tersangka dengan dugaan melanggar pasal 29 UU No 44 tahun 2008 tentang pornografi, junto pasal 55 ayat 1 KUHPidana tentang mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan turut serta melakukan suatu perbuatan.

Berdasarkan data yang dihimpun, diduga kuat motif pembuatan dan penyebaran video intim mirip RHT tersebut bermotif balas dendam dan persaingan politik.

Video yang dibuat Februari 2010 itu dibuat di Kawasan Lembang Kabupaten Bandung Barat.

Pada saat itu KF yang merupakan Ketua LSM Kampar dan I sebagai wakilnya, diduga merasa sakit hati karena saat mencalonkan menjadi ketua DPC di Kabupaten Bogor ditolak oleh RHT yang merupakan mantan Ketua DPD PDIP Jawa Barat.

Diduga sakit hati, KF berencana menghancurkan karier politik RHT. Kemudian munculah L wanita yang mengaku sebagai mahasiswi dan masuk dalam Keluarga Mahasiswa Rakyat Jabar.

Akhirnya setelah beberapa kali pertemuan, RHT dibujuk untuk datang ke Wisma Nova dengan dalih di sana banyak mahasiswa yang menunggu untuk berbincang-bincang. Akhirnya, terjadilah pembuatan video intim dengan menggunakan video dari ponsel milik L.

Kemudian L menyuruh seseorang untuk mentransfer video tersebut dalam kepinghan VCD dan kemudian video tersebut beredar di dunia maia. [ito]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.