Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 6 Juli 2015 | 09:56 WIB
Hide Ads

HAM Diabaikan, SBY Malah Dapat Penghargaan

Oleh : Iwan Purwantono | Kamis, 23 Mei 2013 | 14:55 WIB
HAM Diabaikan, SBY Malah Dapat Penghargaan
Presiden SBY - inilah.com/Wirasatria

INILAH.COM, Jakarta- Penghargaan World Statesman Award untuk Presiden SBY dari lembaga asing kembali digugat. Alasannya, SBY dinilai tidak pantas menerima penghargaan sebagai penegak hak asasi manusia (HAM) itu.

Demikian kesimpulan dari Koalisi Masyarakat Sipil untuk Kebebasan Beragama Berkeyakinan yang disampaikan kepada wartawan di Hotel Atlet Century Senayan, Jakarta, Kamis (23/05/2013). "ACF (Appeal of Conscience Foundation) harus mencabut penghargaan world statesman award. Karena SBY tidak pantas menerimanya. Pelanggaran HAM banyak terjadi selama SBY berkuasa," tegas Hendardi, ketua Setara Institute kepada wartawan.

Menurut Hendardi, sejak 2007 sampai 2012 terjadi kenaikan eskalasi kejahatan HAM. Catatannya, ada 135 kasus kekerasan dengan 185 tindak kekerasan. Melonjak menjadi 264 kasus dan 371 tindak kekerasan. "Apakah AFC itu buta dengan kenyataan ini? Penghargaan ini, sangat menyakiti korban kekerasan HAM di Indonesia. Termasuk kami," tegasnya.

Dalam acara ini, hadir beberapa tokoh HAM seperti Todung Mulya Lubis, Adnan Buyung Nasution, Anisa Wahid---puteri mantan presiden Abdurrahman Wahid (Alm), Romo Benny Susetyo dan beberapa tokoh Syiah dan Ahmadiyah.

Sebagaimana diberitakan, The Appeal of Conscience Foundation (TACF) di New York berencana memberikan World Statesman Award untuk Presiden SBY pada akhir Mei ini. Penghargaan selama ini dianugerahkan kepada sejumlah pemimpin dunia yang dinilai mempromosikan toleransi, perdamaian, dan resolusi konflik. [tjs]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.