Find and Follow Us

Selasa, 23 April 2019 | 10:16 WIB

Anggota DPR Berang Trans7 Kaitkan Luthfi dan Islam

Oleh : Marlen Sitompul | Rabu, 22 Mei 2013 | 18:53 WIB
Anggota DPR Berang Trans7 Kaitkan Luthfi dan Islam
(inilah.com/Agus priatna)

INILAH.COM, Jakarta - Tayangan Khazanah di stasiun televisi Trans7 dinilai sudah berulang kali melakukan pelanggaran menayangkan acaranya.

Sebelumnya adalah ketika kasus 'wahabi' yang sempat meresahkan Umat. Kini, Tayangan pagi hari itu juga dianggap kebablasan dalam tayangan "Islam dan Kepemimpinan", Rabu 22 Mei 2013, yang menampilkan Luthfi Hasan Ishaaq sebagai pembuka tayangan tersebut.

"Ini jelas offside. Mengapa tayangan Islami ini ikut-ikutan opini media dalam menayangkan, sementara LHI belum terbukti bersalah, dan persidangan pun baru berlangsung," kata Mardani, Anggota Komisi I DPR RI, dalam keterangan pers, Rabu (22/5/2013).

Mardani menyesalkan sisipan tayangan politis di tengah animo sebagian kecil masyarakat yang masih minat tayangan religius. "Khazanah itu ditayangkan di pagi hari, sedikit jumlah penontonnya dibandingkan prime time, tapi masih juga disisipi muatan politis yang membodohkan, karena penggiringan opini bukan menyampaikan kebenaran," kata Mardani.

Selayaknya, tayangan religius dapat memberikan nuansa yang berbeda dibandingkan tayangan-tayangan lain. "Masyarakat kita meski cerdas, tapi bisa menjadi antipati terhadap tayangan TV, jika hanya itu-itu saja yang diberitakan, sementara Agama adalah kebaikan, sampaikan yang indah-indah agar masyarakat mencintai agamanya. Trans7 harus lebih awas dalam menayangkan dan KPI juga mesti harus dirasakan keberadaanya," saran Mardani.

Menurutnya, tayangan sehat, bukan saja tugas negara dan KPI, namun tugas semua. Media adalah bagian penting dalam memberikan tayangan sehat. Sehat secara naluri, sehat secara empirik. Jangan lagi menayangkan program-program politis praktis di tayangan religius. "Biarkan masyarakat menjadi cerdas dengan menu cerdas dari insan media," tutup Mardani. [tjs]

Komentar

x