Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 23 Mei 2015 | 15:47 WIB
Hide Ads

Mardani Alisera

Anak Protes Karena Sibuk Ladeni Wawancara

Oleh : R Ferdian Andi R | Senin, 20 Mei 2013 | 02:35 WIB

Berita Terkait

Anak Protes Karena Sibuk Ladeni Wawancara
Mardani Alisera - ist

INILAH.COM, Jakarta - Setiap masalah selalu memunculkan hikmah. Begitu pula saat ini yang dialami Mardani Alisera. Ia belakangan kerap wira-wiri di media televisi dan dikutip banyak media. Namun, ia justru diprotes buah hatinya.

Kasus suap yang mendera bekas Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq, mau tidak mau juga merepotkan PKS secara kelembagaan. Seperti yang terjadi pekan lalu soal polemik penyitaan mobil yang diduga miliki Luthfi Hasan Ishaaq.

Adalah Mardani Alisera Ketua Bidang Humas DPP PKS yang memiliki kesibukan ekstra dibanding waktu-waktu sebelumnya. Mardani menjadi salah satu rujukan kalangan media. Ia mengaku, karena kerap menjawab pertanyaan media melalui telepon, anaknya sempat protes "Anak saya yang kelas 5 SD bilang, aku aja yang jawab. Dari tadi itu aja," kata Mardani menirukan anaknya, kepada INILAH.COM melalui BlackBerry Messenger (BBM), Jumat (17/5/2013).

Protes anaknya itu terjadi pekan lalu, saat dirinya bersama keluarga menuju Pantai Ancol untuk liburan keluarga. Selama di perjalanan dari kediaman di Pondok Gede, Jakarta Timur hingga Ancol, Jakarta Utara, Mardani menerima telepon tak henti-henti dari kalangan jurnalis. Tema yang ditanyakan soal posisi Ahmad Fathanah di PKS. "Saya tegaskan, AF bukan kader PKS," kata Mardani.

Selain peristiwa itu, Mardani juga menceritakan, perkara yang menimpa PKS juga mengacaukan rencana dirinya untuk berbincang dengan istrinya di rumah. "Sampai rumah maunya mengobrol sama istri eh masih jawab telepon, istri saya sudah ketiduran. Jadinya, nggak jadi ngobrol," pungkas Mardani. [mdr]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.