Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 2 Februari 2015 | 02:40 WIB
Hide Ads

Editorial INILAHKORAN

Virus Plagiarisme Perguruan Tinggi

Oleh : - | Jumat, 17 Mei 2013 | 10:51 WIB
Virus Plagiarisme Perguruan Tinggi
(Foto : istimewa)

DUNIA perguruan tinggi Indonesia kembali didera isu tak sedap: plagiarisme. Kali ini yang kebagian aib langsung adalah Universitas Padjadjaran. Dua pejabat struktural bergelar doktor di Fakultas Hukum Unpad diduga menjiplak tesis salah seorang mahasiswa yang mereka uji.

Pihak rektorat Unpad segera menonaktifkan Dr Lastuti Abubakar dan Dr Imamulhadi, dosen pembimbing Helen Ryanta Nainggolan, yang membuat tesis berjudul Tujuan Yuridis Jabatan Notaris terhadap Penyelenggara Sertifikasi Elektronik, berdasarkan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik pada Perdagangan Secara Elektronik Dikaitkan dengan UU Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris pada pertengahan 2011.

Aib tersebut terungkap setelah Helen, alumni program studi Magister Kenotariatan Unpad, bulan lalu membeli buku Cybernatory yang ditulis kedua dosen pembimbingnya. Dia mengklaim menemukan sebanyak 62 halaman dalam buku setebal 138 halaman itu persis tesis karyanya. Dia pun segera melaporkannya kepada pihak rektorat. Kasus plagiarisme tersebut kini ditangani Komisi Etik Unpad.

Plagiarisme merupakan aib yang sudah sejak lama mencoreng dunia perguruan tinggi kita. Hampir semua universitas di Indonesia pernah terjangkit virus intelektual ini. Saling jiplak atau copy paste tidak hanya terjadi di antara mahasiswa S-1, tapi juga di antara pengajar yang sedang mengincar gelar guru besar.

Tahun lalu, kasus plagiat merebak di Universitas Pendidikan Indonesia. Senat Akademik UPI terpaksa menjatuhkan sanksi kepada tiga pelakunya. Sanksinya berupa penurunan pangkat dan jabatan serta menggugurkan promosi mereka sebagai guru besar.

* Selengkapnya, silahkan Anda baca INILAHKORAN edisi Jumat, 17 Mei 2013.

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

51912

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.