Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 29 Desember 2014 | 20:04 WIB
Hide Ads

Rekening Gendut Polri

Polri: Kekayaan Labora dari Kasus Hutan & BBM

Oleh : Renny Sundayani | Kamis, 16 Mei 2013 | 17:36 WIB
Polri: Kekayaan Labora dari Kasus Hutan & BBM
(Foto: Ilustrasi)

INILAH.COM, Jakarta - Mabes Polri melalui Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dirtipiter) dan Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Direksus) tengah mengusut bisnis ilegal yang diduga melibatkan Aiptu Labora Sitorus.

Terlebih dahulu, bersama Polda Papua akan melakukan penyidikan kasus bisnis kayu dan Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal. Tim ini sudah dibentuk dan sudah rapat dengan Polda Papua.

"Bareskrim melalui direktorat tindak pidana tertentu akan membuktikan pidana asalnya predikat crime. Sedangkan Direktur Ekonomi Khusus akan mendukung dan memback-up penelusuran transaksi dalam rangka penerapan Tindak Pidana Pencucian Uang," ungkap Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Arief Sulistyanto di Mabes Polri, Kamis (16/5/2013).

Saat ini Dittipiter sedang melakukan penyidikan mendalam terhadap tindak pidana kehutanan dan perminyakan yang merupakan kejahatan asal. "Hasil kejahatan tersebut yang kemudian ditransaksikan ke dalam transaksi bisnis mereka mengalir ke beberapa rekening dan yang terakhir mengalir ke rekening LS (Labora Sitorus)," ujarnya.

Sebelumnya pada 28 Maret 2013 Polda Papua dibantu Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri melakukan penelusuran kasus illegal loging yang dilakukan PT Rotua. Pada 21 Maret 2013 Polri mulai melakukan proses penyidikan kasus bisnis Bahan Bakar Ilegal yang dilakukan PT Seno Adi Wijaya (SAW).

Untuk kasus BBM, polisi sudah menetapkan satu tersangka atas nama Jimmy Jalesang sebagai pengelola PT SAW. Selain itu, kepolisian pun sudah menyita barang bukti berupa satu unit kapal Batamas Santosa muatannya 400 ton BBM, satu kapal LDP muatannya 335,5 ton BBM, satu unit kapal Aman muatannya 264,5 ton BBM, 3 unit flawmeter, satu unit penampung BBM solar dengan muatan 20 ton BBM.

Sementara untuk kasus kehutanan yang dilakukan PT Rotua, kepolisian sudah mengamankan 80 kontainer kayu yang skrg diamankan di UKP3 Tanjung Perak Surabaya. 80 kontainer kayu tersebut, 40 kontainer sudah masuk gudang 40 masih di pelabuhan dan ini sedang ditangani Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri dan Polda Papua. [mvi]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.