Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 4 Agustus 2015 | 10:21 WIB
Hide Ads

Bupati Mandailing Natal Resmi Tersangka

Oleh : Firman Qusnul Yakin | Rabu, 15 Mei 2013 | 23:45 WIB
Bupati Mandailing Natal Resmi Tersangka
Bupati Mandailing Natal (Madina), Hidayat Batubara - mandailingonline.com

INILAH.COM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meningkatkan status Bupati Mandailing Natal (Madina), Hidayat Batubara dari terperiksa menjadi tersangka. Hal itu menyusul ditemukannya dua alat bukti yang cukup dari hasil pemeriksaan yang dilakukan sebelumnya di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut).

Hidayat diduga menerima suap terkait proyek alokasi bantuan dana dari Pemerintah Propinsi Sumut ke Kabupaten Madina.

"HIB, Bupati Mandailing Natal disangka melanggar pasal 12 a atau pasal 11 UU 31 tahun 99 sebagaimana diubah UU 20 tahun 2002 tentang pemberantasan korupsi," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi Sapto Prabowo di kantornya, Rabu (15/5/2013) malam.

Sama seperti Hidayat, KPK juga menetapkan kontraktor Surung Panjaitan dan Plt Kepala Dinas (Kadis) PU Sumut, Khairil Anwar menjadi tersangka.

Untuk Surung, KPK menjeratnya melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau pasal 13 UU 31 tahun 99 sebagaimana diubah menjadi UU 20 tahun 2002 tentang pemberantasan korupsi.

"KRL selaku PLT Kadis PU kabupaten Madina diduga pasal 12 a atau 11 UU 31 tahun 99 sebagaimana diubah UU 20 tahun 2002," demikian Johan Budi.

KPK mencokok Khairil dan Surung di depan kediaman Bupati Hidayat di Jalan C Asahan No 76 Medan. Keduanya diciduk petugas KPK setelah memberikan suap sebesar Rp1 milliar ke Hidayat.

Setelah menangkap keduanya, tim dari KPK kemudian melakukan penggeledahan di rumah Hidayat. Disana uang suap itu berhasil ditemukan KPK. Sehari setelahnya, KPK kemudian menangkap Bupati Hidayat Batubara. [mes]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.