Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 6 Maret 2015 | 23:01 WIB
Hide Ads

Pegawai Pajak Ditangkap

KPK: Suap Terkait Pengurusan Pajak Perusahaan Baja

Oleh : Firman Qusnul Yakin | Rabu, 15 Mei 2013 | 18:30 WIB
KPK: Suap Terkait Pengurusan Pajak Perusahaan Baja
Juru bicara KPK, Johan Budi - (Foto: inilah.com/Agus Priatna)

INILAH.COM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap dua orang oknum pegawai pajak, Mohammad Dian Irwan Nuqishira (MDI) dan Eko Darmayanto (ED) di halaman Terminal III Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten. Mereka ditangkap dalam operasi tangkap tangan yang digelar pukul 10.00 WIB hari ini.

Mohammad Dian dan Eko Darmayanto masing-masing bertindak sebagai pemeriksa pajak dan penyidik pajak di Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Timur. Mereka ditangkap saat menerima uang 300 ribu Dollar Singapura. Yang setara Rp2,3 miliar dari dua orang pengusaha dari PT Master Steel Effendy dan Teddy.

Uang itu diduga terkait pengurusan wajib pajak The Master Steel, perusahaan yang bergerak di bidang baja. Perusahaan ini terletak di Jalan Raya Bekasi Kilometer 21 Rawa Teratai, Cakung, Jakarta Timur. "Saat ini sedang dalam proses pemeriksaan dan jalani pemeriksaan intensif," kata juru bicara KPK, Johan Budi, di kantornya, Jakarta Selatan, Selasa (15/5/2013).

Seperti diberitakan sebelumnya, KPK hari ini menangkap dua orang pegawai pajak yang diduga menerima suap dari wajib pajak. Mereka ditangkap di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Saat ini, keempatnya masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik KPK. Status mereka ditentukan setelah 1x24 jam. Seperti yang diketahui, Rabu siang, para terperiksa itu digelandang ke Gedung KPK dengan pengawalan penyidik KPK. Dua orang PNS Pajak yang hadir mengenakan baju biru itu saat masuki gedung KPK, tidak memberikan komentar apapun dan memilih langsung masuk ke lobi Gedung KPK. [bay]

Tag :

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.