Rabu, 26 November 2014 | 15:40 WIB
Follow Us: Facebook twitter
PKS tak Konsisten, Akhirnya Setujui BLT
Headline
IST
Oleh: Agus Rahmat
nasional - Selasa, 14 Mei 2013 | 11:21 WIB

INILAH.COM, Jakarta - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akhirnya menyetujui rencana pemerintah menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan penyaluran program bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) atau bantuan langsung tunai (BLT).

Kesetujuan untuk menerima BLT disepakati dalam rapat Sekretariat Gabungan (Setgab) di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (13/5/2013) malam. Demikian diungkapkan Ketua Harian DPP Partai Demokrat Syarifudin Hasan saat dihubungi, Selasa (14/5/2013).

Catatan INILAH.COM, dalam rapat Setgab belakangan, PKS biasanya tidak diundang karena dianggap berseberangan. Namun, tadi malam PKS menghadiri undangan partai-partai koalisi pemerintah itu.

Menurut Syarif, Setgab sudah sepakat untuk BLSM dan tinggal proses penyaluran dana yang belum.

"Masalah angka dan mekanisme pemberian BLSM akan ditentukan dalam pembahasan di DPR. Yang penting adalah semua perserta koalisi sepakat program BLSM sebagai kompensasi penaikan harga BBM," kata Syarif saat dihubungi, Selasa (14/5/2013).

Dia menuturkan, penaikan harga BBM adalah domain pemerintah tetapi penguatan di tataran Setgab harus dilakukan termasuk harus ada persetujuan dari DPR. Enam partai koalisi (Setgab) hadir yakni Partai Demokrat, Golkar, PAN, PKS, PKB, dan PPP.

Ketua Umum DPP Golkar Aburizal Bakrie langsung hadir dalam rapat itu. Begitu juga Ketum DPP PKB Muhaimin Iskandar. PPP diwakilkan oleh wakil ketua umum Suharso Monoarfa. PAN dihadiri ketua fraksi Tjatur Sapto Edy, dan PKS dihadiri wakil sekretaris fraksi Ecky Awal Mucharam.

Sikap PKS yang sepakat dengan penaikan BBM dan program BLT berbeda dengan sebelumnya. Pada Sabtu (11/5), PKS dalam rapat internal menyikapi rencana penaikan harga BBM oleh pemerintah memutuskan untuk menolak.

"BBM ini akan merugikan atau menguntungkan rakyat. Kalau merugikan rakyat kami menolak. Tapi condongnya kami menolak penaikan BBM," ujar anggota Majelis Syuro DPP PKS, Reflizal, Senin (13/5/2013).

Menurut dia, keputusan ini diyakini akan bertentangan dengan sikap para anggota Setgab yang sebagaian besar telah menyepakati rencana penaikan tersebut. Namun, PKS tak khawatir dengan sikap ini dan siap menanggung segala risikonya nanti.

Jika nantinya PKS dikeluarkan dari Setgab, PKS telah siap. "Kami mendukung rakyat. Keluar atau tidak dari koalisi belum diputuskan," tandasnya.

Sikap penolakan penaikan BBM dan program BLT sebelumnya diungkapkan politikus Partai Golkar Priyo Budi Santoso. Menurut Priyo, kecenderungan suasana batin DPR tidak menyetujui program BLT karena dikhawatirkan jadi ajang untuk opini pencitraan.

"Dan itu yang saya dengar. Meskipun mungkin maksudnya baik, kalau diselewengkan ya memang mempunyai efek yang besar. Karena itu, suasana kebatinan DPR kami belum menyetujui (BLT)," kata Priyo.

Dengan disetujuinya BLT, berarti rencana penaikan BBM pada Mei ini hampir pasti dilaksanakan.

Keputusan pemerintah menaikan harga BBM dijelaskan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Selasa (30/4/2013) di Hotel Bidakara, Jakarta. Namun, kapan waktunya, masih menunggu pencairan dana BLT sebagai kompensasi penaikan untuk rakyat tidak mampu. Dana BLT baru bisa cair jika sudah mendapat persetujuan DPR. [yeh]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER