Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 1 Agustus 2015 | 18:47 WIB
Hide Ads

Suap Hakim, KPK Periksa Auditor BPKP Jabar

Oleh : Firman Qusnulyakin | Senin, 13 Mei 2013 | 13:34 WIB

Berita Terkait

Suap Hakim, KPK Periksa Auditor BPKP Jabar
Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bandung Setyabudi Tejocahyono. - (Foto : istimewa)

INILAH.COM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih memburu pihak-pihak yang ditenggarai memberikan uang suap kepada Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bandung Setyabudi Tejocahyono terkait pemulusan penanganan perkara korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) Pemkot Bandung.

Hari ini, penyidik komisi tersebut memanggil dua orang auditor Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Barat, Koswara, dan Diana. "Keduanya diperiksa sebagai saksi," ujar Kabag Pemberitaan KPK Priharsa Nugraha, Senin (13/5/2013).

Selain itu, penyidik memanggil Ema Sulaeman dari kalangan swasta. Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan sejumlah tersangka yaitu Setyabudi Tejocahyono, Ketua Ormas Gasibu Padjajaran, Toto Hutagalung, anak buah Toto, Asep Triana. Status tersangka juga telah ditetapkan kepada PLT Kepala Dinas Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Herry Nurhayat.

Kasus ini terbongkar setelah KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) dan menangkap tangan Asep Triana dan Hakim Setyabudi di kantor PN Bandung. Penangkapan berlangsung usai penyerahan uang suap di ruangan Hakim Setyabudi. KPK menyita uang tunai Rp150 juta yang ditengarai sebagai uang suap yang diterima Hakim Setyabudi. Termasuk barang bukti uang Rp350 juta yang ditemukan di mobil milik Asep Triana.

Setelah itu KPK menangkap Herry Nurhayat di kantor Pemkot Bandung. KPK juga sempat mengamankan Pupung, bendahara Dinas DPKAD dan seorang petugas keamanan PN Bandung. Namun, Pupung kemudian dilepas karena dinilai tidak miliki keterkaitan dengan kasus ini.

Uang suap disebut-disebut diberikan agar vonis para terdakwa kasus korupsi Bansos Pemkot Bandung rendah. [yeh]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.