Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 30 Juli 2015 | 07:03 WIB
Hide Ads

4.342 Pecalang Bantu Amankan Pilgub Bali

Oleh : Dewa Putu Sumerta | Senin, 13 Mei 2013 | 12:44 WIB
4.342 Pecalang Bantu Amankan Pilgub Bali
Pecalang Bali - (Foto : istimewa)

INILAH.COM, Denpasar - Sebanyak 4.342 orang pecalang dikerahkan untuk membantu mengamankan jalannya Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali agar berlangsung aman dan damai di Kota Denpasar, Bali.

"Kami pecalang di Denpasar, siap membantu aparat penegak hukum khusunya dalam mengamankan wilayah banjar masing-masing selama pilgub, " ujar Koordinator Parum Pecalang Kota Denpasar, I Made Mudra, Senin (13/5/2013).

Sebelumnya digelar paruman pecalang se Kota Denpasar pada Minggu 12 Mei 2013. Paruman atau pertemuan pecalang itu sebagai bentuk dukungan pecalang dalam pilgub, yang hasilnya mereka siap membantu mengamakan pesta demokrasi lima tahunan itu.

Menurut Mudra, anggota pecalang dikerahkan untuk pengamaman di tempat pemungutan suara (TPS) di masing-masing banjar atau organisasi di wilayahnya. Selain mengawal pilgub agar berlangsung aman dan damai, pecalang akan membantu mengawasi distribusi kotak surat suara yang saat ini telah berada di kelurahan di masing-masing sebelum disebar.

Pecalang, kata Mudra berkepentingan mewujudkan dari sisi kemamanan, agar betul-betul tahapan pelaksanaan pilgub sampai coblosan dapat berjalan lancar.

Mudra menyatakan pecalang netral tidak memihak kandidat tertentu, kecuali untuk memastikan jaminan keamanan warga dari berbagai praktik atau upaya yang mengancam pilgub.

"Kami akan membantu dari sisi keamanan, supaya bisa berjalan lancar, masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya sesuai hati nurani masing-masing," jelasnya.

Untuk membantu kelancaran pilgub, Mudra memaparkan akan mengerahkan anggota pecalang setiap banjar sebanyak 10 orang. Total pecalang untuk mengamankan pilgub dari 434 banjar di kota Denpasar maka jumlahnya mencapai 4.340 pecalang.

"Sesuai hasil paruman pecalang, mulai hari ini, pecalang sudah bertugas di banjarnya, sampai pencoblosan dan penghitungan surat suara. Untuk memudahkan koordinasi antar pecalang maupun kepolisian telah dibekali alat komunikasi Handy Talkie (HT)," imbuhnya.

Mudra berharap, warga Bali menggunakan hak pilihnya secara baik, menghindai praktik dan upaya yang dapat menciderai demokrasi seperti politik uang, serangan fajar, dan lainnya.

"Peran pecalang yang ditempatkan di TPS masing-masing secara tidak langsung juga menjalankan tugas prajuru adat. Pecalang berada di garda terdepan untuk mengamankan wilayahnya," kata dia. [mvi]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.