Sabtu, 23 Agustus 2014 | 22:21 WIB
Follow Us: Facebook twitter
KPK Didesak Telusuri Dugaan Korupsi e-KTP
Headline
Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) - (Foto: inilah.com)
Oleh: Firman Qusnulyakin
nasional - Minggu, 12 Mei 2013 | 17:25 WIB

INILAH.COM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak menelusuri dugaan korupsi pada proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Sebab, ditenggarai ada permainan pada proyek yang telah menelan anggaran sebesar Rp5,6 triliun tersebut.

"Dan saya kira KPK harusnya yang proaktif menyelidik dengan menguatkan pendengaran dan mengolahnya menjadi data yang valid. Karena KPK punya kewenangan dan kemampuan untuk memberantas korupsi yang dijamin oleh UU," ungkap anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya, Mestariany Habie, Mingu (12/5/2013).

Hal ini diungkapkan ketua bidang pemerintahan umum DPP Gerindra tersebut menanggapi pernyataan dan surat edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi bahwa e-KTP tidak boleh sering-sering di fotocopy. Serta mengintruksikan seluruh lembaga dan institusi memiliki card reader guna memeriksa keaslian e-KTP yang didalamnya terdapat chip berisi data-data pribadi pemilik e-KTP.

Namun, menurut Mestariany Habie, dugaan korupsi proyek e-KTP ini jangan hanya berdasarkan melihat, mendengar atau praduga. Tetapi, harus berdasarkan data dan fakta yang akurat mengenai dugaan korupsi tersebut.

"Begitu juga masalah dugaan korupsi e-KTP, harus ada data yang valid jangan hanya menduga," tandasnya. [yeh]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER