Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 1 Agustus 2015 | 20:50 WIB
Hide Ads

Survei "Pesanan" Tetap Diminati

Oleh : Silvia Ramadhani | Jumat, 10 Mei 2013 | 01:02 WIB
Survei
Karyono Wibowo, Peneliti Senior di Indonesian Public Institute - twitter

INILAH.COM, Jakarta-Meski tak berdampak besar pada perolehan suara saat pemilu, hasil survei "pesanan" tetap menjadi alat marketing politik favorit para politikus.

Hal ini disampaikan oleh Karyono Wibowo, Peneliti Senior di Indonesian Public Institute, usai diskusi politik Hitam Putih Capres 2014 di Galery Cafe, (9/5/2013).

"Ada yg meyakini bahwa opini publik berpengaruh besar terhadap perolehan suara, padahal tidak ada atau pengaruhnya sangat kecil sekali," jelasnya.

Menurut Karyo, hal ini aneh sekali. Meski dalam beberapa kasus hasil survei ini tidak berpengaruh besar, para elit politik tetap menggunakannya. Padahal, jumlah uang yang dikeluarkan oleh politikus untuk sekali survei tidak sedikit.

"Untuk tingkat provinsi, tergantung jumlah respondrennya, kalau 1200 (responden) 100-200 juta. Kalau tingkat nasional, 300-400 juta," paparnya.

Lebih lanjut Karyo menjelaskan, hasil survei yang dilakukan seorang kandidat, biasanya akan berpengaruh secara psikologis. Apalagi, tidak semua kandidat sadar betul akan seluk beluk riset.

"Misal kandidat lain menggunakan lembaga survei, dimana hasil surveinya tinggi, maka dia menggunakan lembaga survei lain (untuk melakukan hal yang sama, red)," ujarnya.

Meski demikian Karyo mengaku bahwa tidak semua lembaga riset menerima pesanan.

"Yang masih menjaga iman itu masih ada," terangnya. [gus]

Berita Terkait Lainnya

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.