Senin, 22 September 2014 | 21:15 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Survei "Pesanan" Tetap Diminati
Headline
Karyono Wibowo, Peneliti Senior di Indonesian Public Institute - twitter
Oleh: Silvia Ramadhani
nasional - Jumat, 10 Mei 2013 | 01:02 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta-Meski tak berdampak besar pada perolehan suara saat pemilu, hasil survei "pesanan" tetap menjadi alat marketing politik favorit para politikus.

Hal ini disampaikan oleh Karyono Wibowo, Peneliti Senior di Indonesian Public Institute, usai diskusi politik Hitam Putih Capres 2014 di Galery Cafe, (9/5/2013).

"Ada yg meyakini bahwa opini publik berpengaruh besar terhadap perolehan suara, padahal tidak ada atau pengaruhnya sangat kecil sekali," jelasnya.

Menurut Karyo, hal ini aneh sekali. Meski dalam beberapa kasus hasil survei ini tidak berpengaruh besar, para elit politik tetap menggunakannya. Padahal, jumlah uang yang dikeluarkan oleh politikus untuk sekali survei tidak sedikit.

"Untuk tingkat provinsi, tergantung jumlah respondrennya, kalau 1200 (responden) 100-200 juta. Kalau tingkat nasional, 300-400 juta," paparnya.

Lebih lanjut Karyo menjelaskan, hasil survei yang dilakukan seorang kandidat, biasanya akan berpengaruh secara psikologis. Apalagi, tidak semua kandidat sadar betul akan seluk beluk riset.

"Misal kandidat lain menggunakan lembaga survei, dimana hasil surveinya tinggi, maka dia menggunakan lembaga survei lain (untuk melakukan hal yang sama, red)," ujarnya.

Meski demikian Karyo mengaku bahwa tidak semua lembaga riset menerima pesanan.

"Yang masih menjaga iman itu masih ada," terangnya. [gus]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER