Jumat, 29 Agustus 2014 | 15:01 WIB
Follow Us: Facebook twitter
PKS Tak Putus Dirundung Malang?
Headline
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) - (Foto: ilustrasi)
Oleh: Herdi Sahrasad
nasional - Rabu, 8 Mei 2013 | 20:35 WIB

INILAH.COM, Jakarta - Sejak kasus korupsi impor daging sapi dan serangan bekas pendiri PKS Yusuf Supendi, seolah PKS tak putus dirundung malang. Popularitas PKS sebagai yang mengklaim penegak keadilan dan antikorupsi terus merosot. PKS berusaha bertahan, tapi kobaran api itu seakan tak pernah padam.

Nama mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaq dan staf khususnya Ahmad Fathanah, melambung di media massa dalam konteks berita buruk. Ahmad Fathanah, misalnya, terus menghiasi pemberitaan media karena karena banyak melibatkan para perempuan cantik dan seksi, yang dampaknya menyeret PKS pula.

Bahkan Ketua Dewan Syuro PKS Hilmi Aminudin dan Anis Matta, sang Ketum DPP PKS, bakal diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Seakan rembetan api korupsi impor daging sapi itu menyala dan menyambar tirai PKS di mana-mana.

Sejak tertangkap tangan KPK di Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat, bersama seorang mahasiswi, Maharany Suciyono, nama Luthfi dan Fathanah terus disorot. Sepak terjangnya mulai terungkap. Termasuk wanita-wanita di sekelilingnya.

Fathanah ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam kasus suap daging impor sapi. Orang dekat mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq ini juga dijerat dalam kasus pencucian uang.

Dalam proses penyidikan, KPK menemukan sejumlah uang milik Fathanah mengalir ke sejumlah cewek seksi. Di antaranya adalah artis senior Ayu Azhari dan model majalah pria dewasa Vitalia Sesha. Selain kedua wanita itu, terbaru KPK juga mengungkap uang Fathanah mengalir ke Tri Kurnia Puspita.

Vitalia diketahui menerima hadiah dari Fathanah berupa Honda Jazz, dan sejumlah uang yang digunakan untuk membeli jam tangan mewah merek Chopard. Kini, barang-barang itu diamankan KPK. Barang-barang tersebut diduga berasal dari hasil tindak pidana korupsi yang dilakukan Fathanah.

Belakangan KPK menyita Honda Freed dari seorang wanita bernama Tri Kurnia Rahayu. Menurut Juru Bicara KPK Johan Budi S.P, Tri mengembalikan Honda Freed bernomor polisi B 881 LAA itu kepada KPK seusai pemeriksaannya sebagai saksi Fathanah. Selain mobil, Tri mengembalikan gelang bermerek Hermes yang harganya sekitar Rp50 juta hingga Rp70 juta serta jam tangan Rolex dengan harga di atas Rp10 juta.

Aktivis antikorupsi Ray Rangkuti mengungkapkan, mengupas kasus Fathanah memang tidak ada habisnya. Ia menyoroti arti nama Fathanah ini. Ia menjelaskan, Ahmad berarti sangat terpuji, sedangkan Fathanah adalah cerdas, cerdik dan pintar. Mengapa nama yang baik itu justru melakukan korupsi?

"Ya itulah pelaku korupsi. Kebiasaan, orang yang korupsi itu adalah memiliki kecerdasan, kepandaian. Dan kedua orang yang dekat dengan kekuasaan," kata Ray Rangkuti, Selasa (7/6/2013).

Yang jelas akibat kasus Fathanah ini, PKS kembali terseret dalam pusaran masalah, bagai tak putus dirundung malang. Masa depan PKS yang pernah diramalkan sebagai Partai Islam yang gemilang, dikhawatirkan pamornya bakal terus memudar. [berbagai sumber]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER