Selasa, 2 September 2014 | 16:11 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Yusril: Kembalikan Hasil Korupsi Ringankan Hukuman
Headline
Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra - inilah.com/Ardy Fernando
Oleh: Fadhly Dzikry
nasional - Rabu, 8 Mei 2013 | 12:16 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Hukuman dari Luthfi Hasan Ishaaq, tersangka korupsi dan pencucian uang pada pengurusan impor daging sapi di Kementerian Pertanian bisa diringankan dengan mengembalikan aset atau uang hasil korupsi.

"Pengembalian (hasil korupsi) tidak bisa menghambat proses pidana. Apabila terbukti (bersalah), itu bisa meringankan hukuman," ujar Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra, Rabu (8/5/2013).

Yusril juga menilai bahwa kasus hukum dapat menimpa dan dilakukan oleh siapa saja. Jeratan hukum tidak berpatok pada jenis kelamin laki-laki atau wanita. Hal ini terkait dengan tersangka lain kasus impor daging sapi tersebut, Ahmad Fathanah yang diduga memberikan barang hasil pencucian uang kepada sejumlah perempuan.

"Saya tidak bisa menilai itu (keterlibatan empat orang wanita dalam kasus suap LHI), kalau hukum itu tidak memandang laki-laki atau perempuan, dapat menimpa siapa saja," katanya.

Luthfi Hasan Ishaaq menjadi tersangka kasus suap impor daging sapi di Kementerian Pertanian bersama dengan orang dekatnya, Ahmad Fathanah. Keduanya menerima suap Rp1 miliar dari direktur PT Indoguna Utama yakni Arya Abdi Effendi dan Juard Effendi. Luthfi dan Ahmad juga dijerat dengan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) lantaran KPK menemukan aset-aset haram milik keduanya.

Ahmad Fathanah ternyata memberikan barang-barang seperti uang, mobil, dan jam tangan mewah kepada sejumlah perempuan. Mereka adalah artis Ayu Azhari yang menerima uang dari AF, model Vitalia Sesha yang mendapatkan mobil Honda Jazz, mahasiswi Maharani yang tertangkap bersama AF di Hotel Le Meridien dan diberi uang sebesar Rp10 juta, dan Tri Kurnia Puspita, penyanyi dangdut yang mendapatkan mobil Honda Freed berwarna putih Nopol B 882 LHA, gelang hermes, dan dua jam tangan Rolex,

KPK juga menyegel menyegel lima mobil di kantor DPP PKS di Jl. TB Simatupang No. 82 Jakarta Selatan yang diduga terkait dengan pencucian uang yang dilakukan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. Kelima mobil itu adalah VW Caravelle B 948 RFS, Toyota Fortuner, Mazda CX9, Nissan Navarra, dan Mitsubishi Pajero Sport. [mvi]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER