Jumat, 28 November 2014 | 20:15 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Korupsi Toilet, Kejagung Periksa Dua PNS DKI
Headline
Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung, Setia Untung Arimuladi - IST
Oleh: Renny Sundayani
nasional - Rabu, 8 Mei 2013 | 10:07 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Penyidik Kejaksaan Agung memeriksa tiga saksi kasus dugaan korupsi pengadaan kendaraan mobil toilet VVIP besar dan kecil di Dinas Kebersihan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada anggaran tahun 2009 sebesar Rp5,328 miliar.

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung, Setia Untung Arimuladi mengatakan, penyidik akan memeriksa ketiga saksi pegawai negeri sipil (PNS) pada dinas kesehatan (dinkes), Lenny Marlina, anggota panitia pengadaan, dan Ali Yudho Kisrianyo, sekretaris panitia pengadaan.

Satu lainnya, Dirut PT.Astrasea Pasirindo Yusman Pasaribu, tidak memenuhi panggilan penyidik dengan alasan belum menerima surat panggilan. Pemeriksaan kedua saksi PNS tadi untuk menerangkan terkait pelaksanaan mekanisme proses lelang.

"Serta, pembuatan dokumen lelang, pembuatan HPS termasuk penilaian dan pengusulan pihak pemenang," ujar Untung.

Dalam kasus ini penyidik telah menetapkan dua tersangka sejak akhir April lalu (30/4). Kedua tersangka, LL, mantan Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Kebersihan DKI Jakarta, dan A, PNS selaku panitia pengadaan barang dan jasa.

Kasus mereka dinaikan ke tingkat penyidikan melalui surat perintah penyidikan (sprindik) masing-masing bernomor 60 dan 61/F.2/Fd.1/04/2013. [yeh]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER