Selasa, 22 Juli 2014 | 21:52 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Perbudakan Buruh di Tangerang Harus Dihukum Berat
Headline
Anggota Komisi IX DPR Poempida Hidayatulloh - Ist
Oleh: Marlen Sitompul
nasional - Selasa, 7 Mei 2013 | 12:06 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR yang membidangi tenaga kerja, Poempida Hidayatulloh mengecam perbudakan buruh pabrik kuali di Tangerang, Banten. Sebab, perbudakan itu telah bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

"Saya mengecam keras perilaku dan tindakan seperti ini. Ini tidak hanya bertentangan dengan berbagai UU yang ada, tapi secara jelas bertentangan dengan Pancasila dan UUD 45," kata Poempida kepada INILAH.COM, Jakarta, Selasa (7/5/2013).

Untuk itu, dia mendesak agar aparat penegak hukum menindak pelaku secara hukum yang berlaku di tanah air. Menurut dia, pihaknya juga masih menindaklanjuti kasus tersebut.
"Pelakunya harus dihukum seberat-beratnya. Sementara ini saya masih melakukan klarifikasi tentang kejadian ini," tegas politikus Partai Golkar itu.

Sebagaimana diberitakan, sejumlah buruh pabrik kuali di Tangerang disekap dan dipekerjakan secara paksa tanpa ganji. Atas kejadian ini, lima orang ditangkap termasuk pemilik usaha tersebut, Yuki Irawan.

Polisi hingga kini masih menyelidiki dugaan keterlibatan oknum TNI dan Polri yang membekingi kasus perbudakan tersebut. [yeh]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER