Sabtu, 1 November 2014 | 05:47 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Konspirasi Internasional Dibalik OPM di Inggris
Headline
(Foto : istimewa)
Oleh: Fadhly Dzikry
nasional - Selasa, 7 Mei 2013 | 00:05 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Pembentukan kantor Papua Merdeka di Oxford Inggris adalah bukti keterlibatan internasional untuk memecah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Wakil Ketua Komisi I DPR (membidangi luar negeri) Ramadhan Pohan mengindikasikan hal itu. Ada konspirasi internasional di balik 'dukungan' terhadap gerakan separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) tersebut.

"Kita waspada, Papua kini sedang dimainkan Internasional. Jelas ada konspirasi di sana," tegasnya saat dihubungi INILAH.COM, Senin (6/5/2013).

Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat tersebut menambahkan ada upaya-upaya pembentukan opini internasional yang dilakukan untuk mengangkat isu Papua merdeka.

Ramadhan menilai, pemerintah Inggris saat ini sedang bermain api dengan bangsa Indonesia.

"Ada upaya Internasionalisasi isu Papua yang tidak pada tempatnya. Inggris sedang bermain api, dan isu kantor OPM ini bola ujian" tuturnya.

Dia meminta pemerintah tidak memble. Harus ada sikap tegas dari pemerintah Indonesia.

"Jika reaksi kita lemah maka bola bisa lepas kontrol, jadi liar, bahaya tuh," pungkasnya.

Papua Merdeka membuka kantor perwakilan resmi mereka di Oxford, Inggris. Pembukaan kantor itu direstui langsung oleh Wali Kota Oxford Mohammed Abbasi dan anggota parlemen Andrew Smith serta mantan wali Kota Oxford, Elise Benjamin.

Keberpihakan Smith tersebut merupakan yang kesekian kalinya ditunjukkan kepada publik terhadap Papua Merdeka. Smith adalah pendiri sekaligus ketua forum Anggota Parlemen Internasional untuk Papua Barat (IPWP).

Kantor di Oxford tersebut, sebagaimana dirilis freewestpapua.org, diresmikan pada 28 April 2013 lalu. Disebutkan, keberadaan kantor itu akan semakin memperkuat upaya kampanye kemerdekaan Papua.

Sebab, dengan adanya kantor berarti akan bertambah pula staf yang bekerja di sana. Dari kantor inilah, mereka akan mengkoordinasikan gerakan dengan kantor pusat mereka di Port Moresby, Papua Nugini.

Dalam peresmian tersebut, Andrew Smith menyatakan komitmennya untuk mendukung gerakan Papua Merdeka. Wali Kota Oxford juga menyatakan hal serupa saat menggunting pita. Peresmian juga dihadiri oleh perwakilan dari Papua, Jennifer Robinson and Charles Foster dari International Lawyers for West Papua (ILWP), mahasiswa Oxford University, serta pendukung Papua Merdeka yang ada di Inggris dan Belanda. [gus]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
3 Komentar
manggala
Rabu, 8 Mei 2013 | 12:59 WIB
Sebaiknya Benny Wenda dan OPM membentuk negara sendiri di Inggris aja, jangan di Indonesia. Kami warga Papua, anti separatisme. Inggris khan negara paling demokratis. Saya kira kalau OPM mampu melawan Inggris, maka OPM bisa mendirikan negara di sana.
Erick
Selasa, 7 Mei 2013 | 08:26 WIB
Sudalah...mending kamu rus partaimu, tdk usah rus mslh papua..inilah bukti bhwa perjuangan kemerdekan bgsaa papua tidk sia2 perjuang dgn sebulat hti seluruh rakyat papua ingin bebas dr bgsa kolonial bgsa indonesia , bgsa penjajah, bgsa prampok / pemaling.msalh dlm negeri in saj km tdk mampu tuntas tpi msh bisa berani bicra...klian petinggi2 negara bicr sembrg kan...
Farhan
Selasa, 7 Mei 2013 | 07:12 WIB
Itu adalah balasan masyarakat dan pemerintah inggris atas semua desakan sebagian besar masyarakat Indonesia yang selalu berteriak PALESTINA MERDEKA. Wilayah Israel dan palestina sekarang, dulunya wilayah Ingris! Sampai sekarang masih ada kepentingan Ingris di Israel. Untuk bangsa Indonesia harus Mengerti ini, Harus mengerti kepentingan Negara sendiri, jangan cuma asal bisa teriak PALESTINA MERDEKA.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER