Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 3 Juni 2015 | 14:25 WIB
Hide Ads

Saurip Kadi Ajukan Uji Materi UU Partai Politik

Oleh : Fadhly Dzikry | Senin, 6 Mei 2013 | 13:12 WIB

Berita Terkait

Saurip Kadi Ajukan Uji Materi UU Partai Politik
Ketua dewan pakar Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Pekat) Mayjen (Purn) Saurip Kadi - (inilah.com/Agus priatna)

INILAH.COM, Jakarta - Undang-undang No 2 tahun 2011 tentang Partai Politik pasal 12 ayat g dan h didaftarkan ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk diuji materi. Pasal tersebut digugat karena hak konstitusional warga untuk kurun waktu lima tahun menjadi anggota DPR diberangus.

Ketua dewan pakar Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Pekat) Mayjen (Purn) Saurip Kadi mengatakan alasannya menggugat pasal tersebut karena negara sudah salah mengelola sistem kenegaraan. "Demokrasi yang kita terapkan ini banyak melahirkan malapetaka, negara ini salah kelola akibat sistem kenegaraan yang semerawut," ujarnya usai mendaftarkan uji materi undang-undang tersebut di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Senin (6/5/2013).

Saurip menambahkan partai politik telah merenggut hak negara dalam pemilihan legislatif, pasalnya wakil yang dipilih oleh pemilih untuk lima tahun di DPR/DPRD dapat di berhentikan (PAW) oleh partai. "Hak konstitusional warga untuk kurun waktu lima tahun memilih wakilnya diberangus oleh partai politik di tengah jalan akibat undang-undang tentang partai politik yang mempunyai hak memberhentikan anggota DPR/D," ucapnya.

Tidak hanya itu dia juga menggugat keberadaan fraksi di parlemen, karena menurutnya anggota DPR yang seharusnya memperjuangkan hak rakyat tetapi malah memperjuangkan hak partai. "Anggota DPR yang seharusnya menjadi wakil rakyat, berubah menjadi wakil partai, aspirasi yang mereka perjuangkan di DPR juga aspirasi partai, bukan aspirasi rakyat yang memilihnya," kata dia. [mvi]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.