Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 28 Januari 2015 | 08:22 WIB
Hide Ads

Pecat Oknum Bekingi Pabrik Penyekap Buruh

Oleh : Renny Sundayani | Senin, 6 Mei 2013 | 10:27 WIB
Pecat Oknum Bekingi Pabrik Penyekap Buruh
Ilustrasi - Ist

INILAH.COM, Jakarta - Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) meminta dinas atau institusi terkait memecat oknum yang diduga membekingi aksi perbudakan di industri rumahan pembuat wajan, CV Logam Mulia milik dengan tersangka Yuki Irawan (43) di Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang.

"Dan kalau ada aparat yang terlibat, kami yakin bupati, gubernur atau kapolres tidak akan segan-segan memecat anak buahnya yang nakal," tegas Juru Bicara Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertras) Muhaimin Iskandar, Dita Indah Sari di Jakarta, Senin, (6/5/2013).

Dita juga mengimbau pemda harus lebih meningkatkan pengawasan dalam menerapkan aturan untuk mencegah perbudakan terulang kembali. "Segala bentuk eksploitasi dari manusia kepada manusia lain, harus dihukum keras," tegasnya.

Selain itu, Kemenakertrans juga berharap masyarakat ikut menjadi intelijen sosial, yakni lebih membuka mata dan telinga agar cepat melaporkan jika ada hal-hal mencurigakan terjadi di sekelilingnya.

Sebelumnya, puluhan buruh disekap dan diperbudak oleh Yuki. Selama bekerja di industri rumahan miliknya itu, puluhan buruh tersebut tidak diberikan upah apalagi Jamsostek, dan hak-hak buruh lainnya seperti diatur dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan.

Mereka diberi makan alakadarnya selama 2 kali sehari dan bekerja sekitar 18 jam. Selain tidak bibayarkan upahnya, para buruh juga mengalami penyiksaan fisik dan psyikis. Selama berbulan-bulan mereka tidak berganti pakaian karena pakaian mereka dirampas. Mereka disekap di kamar yang pengap dan jauh dari sehat.

Berbagai perlakuan kasar seperti penamparan, caci maki, bahkan cairan panas pun kerap mampir di tubuh buruh krena dinilai membangkan perintah pemilik dan kaki tangannya.

Dalam kasus ini, Polesta Tangerang sendiri telah menetapkan pemilik industri rumahan yang berlokasi di RT 3/4, Kampung Bayur Ropak, Desa Lebak Wangin, Kecamatan Septan, Kabupaten Tangerang, yakni Yuki Irawan atas dugaan kekerasan fisik terhadap 16 buruh, yakni memukul dan menampar dengan tangan, serta mendorong kepala buruh.

Selain itu, polisi juga menetapkan tersangka lainnya, yakni Tedi Sukarno (35) karena disangka melakukan kekerasan fisik terhadap 16 buruh, seperti menendang, memukul, menampar, menyundutkan rokok, dan menyiramkan air panas.

Selanjutnya, polisi juga menetapkan Sudirman alias Dirman (34) yang diduga melakukan kekerasan fisik terhadap 4 buruh, yakni menampar dan memukul kepala dari belakang. Polisi juga menetapkan Nurdin alias Udin (25) yang disangka menganiaya 5 buruh dengan cara memukul dan menampar. [mvi]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.