Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 25 Juli 2017 | 11:43 WIB

OPM Buka Perwakilan di Oxford

Pemerintah Dinilai tak Bisa Cegah Papua Merdeka

Oleh : Agus Rahmat | Senin, 6 Mei 2013 | 05:50 WIB
Pemerintah Dinilai tak Bisa Cegah Papua Merdeka
Wakil Ketua Komisi I DPR Agus Gumiwang - (Foto : istimewa)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR (membidangi luar negeri) Agus Gumiwang menolak anggapan kalau pemerintah Indonesia kecolongan dengan berdirinya kantor perwakilan Papua Merdeka di Oxford Inggris.

Agus mengatakan, persoalan ini sudah diwanti-wanti oleh Komisi I DPR sejak awal. Namun, pemerintah tidak menanggapi dengan serius.

"Ini bukan kecolongan, tapi sepertinya pemerintah tidak mampu mencegah ini. Ketika rapat kerja dengan pemerintah, komisi I sudah mengingatkan akan adanya gerakan sistematis termasuk kegiatan Beni Wenda cs untuk membuka perwakilan Papua Merdeka," jelas Agus dalam keterangan resminya, Senin (6/5/2013).

Agus terkejut ketika muncul informasi ini. Apalagi, belakangan dia mendapat laporan kalau Wali Kota Oxford Mohammed Abbasi langsung memberi sambutan dan pemotongan pita pembukaan kantor Papua Merdeka ini. Bagi dia, ini adalah hal yang berbahaya.

"Saya mendapat laporan bahwa acara peresmian kantor perwakilan tersebut dihadiri oleh Wali Kota Oxford, bahkan Wali Kota Oxford menggunting pita dan memberikan sambutan. Saya ingin saya sampaikan, kalau laporan ini benar, adalah kekhawatiran saya kalau suatu saat Wali Kota Oxford tersebut menjadi menteri bahkan perdana menteri di Inggris," jelas politikus Partai Golkar ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, Papua Merdeka membuka kantor perwakilan resmi mereka di Oxford, Inggris. Pembukaan kantor itu direstui langsung oleh Wali Kota Oxford Mohammed Abbasi dan anggota parlemen Andrew Smith serta mantan wali Kota Oxford, Elise Benjamin.

Keberpihakan Smith tersebut merupakan yang kesekian kalinya ditunjukkan kepada publik terhadap Papua Merdeka. Smith adalah pendiri sekaligus ketua forum Anggota Parlemen Internasional untuk Papua Barat (IPWP).

Kantor di Oxford tersebut, sebagaimana dirilis freewestpapua.org, diresmikan pada 28 April 2013 lalu. Disebutkan, keberadaan kantor itu akan semakin memperkuat upaya kampanye kemerdekaan Papua.

Sebab, dengan adanya kantor berarti akan bertambah pula staf yang bekerja di sana. Dari kantor inilah, mereka akan mengkoordinasikan gerakan dengan kantor pusat mereka di Port Moresby, Papua Nugini.

Dalam peresmian tersebut, Andrew Smith menyatakan komitmennya untuk mendukung gerakan Papua Merdeka. Wali Kota Oxford juga menyatakan hal serupa saat menggunting pita. Peresmian juga dihadiri oleh perwakilan dari Papua, Jennifer Robinson and Charles Foster dari International Lawyers for West Papua (ILWP), mahasiswa Oxford University, serta pendukung Papua Merdeka yang ada di Inggris dan Belanda. [gus]

 
x