Rabu, 27 Agustus 2014 | 20:04 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Pilgub Bali, Media tak Netral di Bali Diritualkan
Headline
IST
Oleh: Dewa Putu Sumerta
nasional - Kamis, 2 Mei 2013 | 17:28 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Denpasar - Suhu jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali semakin hari kian memanas. Ratusan Aliansi Masyarakat Bali Anti Pembohongan Publik bersama sembilan pemangku (pemimpin upacara agama Hindu) hari ini melakukan pengabenan terhadap dua media yang dianggap tidak berimbang dan cenderung menjelekan kandidat lainnya.

Ketua aliansi itu, Wayan Baskara menyatakan, ada media di Bali yang secara sadar menyiarkan soal Pilgub Bali secara tidak seimbang dan cenderung menjelekkan paket lain.

"Ini adalah pembohongan publik. Media yang menyiarkan pilgub secara tidak berimbang dan cenderung menjelekkan pasangan lainnya adalah pembohongan publik. Pada saat yang sama tidak memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Masyarakat tidak dididik untuk semakin cerdas tetapi malah semakin bodoh," ujarnya, di Denpasar, Kamis (2/5/2013).

Baskara mengaku, media yang diupacarai dan dimusnahkan secara Hindu adalah Bali Post dan Bali TV. Kedua media itu dianggap tidak berimbang dan cenderung menjelekan kandidat lain. Pemusnahan atau yang dalam ritual agama Hindu disebut prelina, kata Baskara, sebagai simbol pembakaran niat yang jahat, rencana jahat, tingkah laku yang jahat.

Bahkan pada layar Bali TV, Baskara mengaku di sudut kanan atas tertulis '15 Mei 2013, Ganti Gubernur'. Dan dalam berita Bali Post, pada Kamis (2/5/2013) ini, berita tentang Pilgub Bali tidak cerdas karena sangat bertendensi menyudutkan kandidat lainnya.

"Yang kami bakar hari ini bukan medianya, tetapi simbol niat buruk, tingkah laku yang buruk dan sebagainya. Semoga dengan upacara ini pengabenan ini media yang bersangkutan bisa lahir kembali dengan semangat yang baru," jelasnya.

Pemusnahan media massa yang dinilai menyudutkan itu dilakukan hari ini di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajrasandhi Renon, Denpasar. Sebanyak sembilan pemangku dilibatkan untuk upacara pengabenan atau pembakaran media.

Awalnya, media yang akan dibakar ditaruh di atas tumpukan kayu yang dalam bahasa setempat disebut jempana sebagaimana layaknya upacara pengabenan atau pembakaran mayat dalam Hindu. [yeh]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER