Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 November 2017 | 06:23 WIB

Politik Nepotisme Demokrat Era SBY Tumbuh Subur?

Oleh : R Ferdian Andi R | Selasa, 30 April 2013 | 20:42 WIB
Politik Nepotisme Demokrat Era SBY Tumbuh Subur?
Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) - (inilah.com/Agus priatna)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Politik nepotisme di Partai Demokrat kian subur di bawah kendali kepemimpinan Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Padahal praktik nepotisme ditentang sejak reformasi bergulir 15 tahun silam.

Dalam Daftar Calon Sementara (DCS) Partai Demokrat sejumlah nama yang masih memiliki tali persaudaraan baik suami, istri, anak, dan keponakan. Menariknya, dari daftar DCS ini praktik nepotisme dilakukan juga oleh keluarga besar SBY.

Menurut Ma'mun Murod, bekas pengurus DPP Partai Demokrat, Partai Demokrat mencatatkan sebagai paling nepotis. "Ini tentu diyakini akan semakin menambah bopeng Partai Demokrat dalam menyongsong Pemilu 2014 mendatang," ujar Ma'mun Murod dalam siaran persnya, Selasa (30/4/2013).

Ma'mun yang dikenal loyalis Anas Urbaningrum ini menuding, proses penyusunan DCS Partai Demokrat dilakukan tidak sehat dan tidak fair. Karena selain DCS yang sarat nepotisme, Ma'mun menyebutkan Partai Demokrat juga menampung sejumlah keluarga koruptor Nazaruddin.

Dari data yang disebut Ma'mun yang tercatat sebagai keluarga SBY dalam DCS yakni Edhi Baskoro Yudhoyono (anak SBY) Jatim VII, Sartono Hutomo (sepupu SBY) Jatim VII, Hartanto Edhi Wibowo (adik ipar SBY) Banten III, Agus Hermanto (adiknya ipar SBY) Jateng I, Nurcahyo Anggorojati (anaknya Hadi Utomo yang juga ipar SBY) Jateng VI.

Selain itu, Lintang Pramesti (anak Agus Hermanto) Jabar VIII, Putri Permatasari (keponakan Agus Hermanto) Jateng I, Dwi Astuti Wulandari (anak Hadi Utomo) DKI I, Mexicana Leo Hartanto (keponakan SBY) DKI I, Decky Hardijanto (keponakan Hadi Utomo) Jateng V, Indri Sulistiyowati (keponakan Hadi Utomo) NTB, Sumardani (suami Indri Sulistiyowati) Riau I, Agung Budi Santoso (famili Hadi Utomo) Jabar I, Sri Hidayati (adik ipar Agung BS), dan Putut Wijanarko (suami Sri Hidayati) Jatim VI.

Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Melani Suharli menampik bila Partai Dmeokrat menerapkan politik nepotisme dalam menyusun DCS. Menurut dia, dari data yang dilansir lebih sedikit dibanding total caleg yang diusung Partai Demokrat. "Dari 560 kan cuma beberapa orang (yang nepotis). Tapi yang lainnya kan enggak," ujar Melani.

Hal senada juga dibantah Ruhut Poltak Sitompul mengatakan dalam politik dicari orang yang dapat dipercaya. Menurut Ruhut, rekrutmen caleg dari kalangan keluarga bagian dari manifestasi kepercayaan politik. "Semua yang dimasukkan di DCS yang masih bertalian keluarga memiliki kualitas," kata Ruhut.

Ia menyebut, Ibas Yudhoyono dalam Pemilu 2009 lalu terbukti meraih dukungan suara terbanyak di Indonesia. Ruhut juga menyebutkan, dalam kenyataannya, yang terlibat praktik korupsi justru bukan berasal dari kalangan keluarga. [mdr]

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x