Kamis, 24 April 2014 | 10:16 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Dituding Pakai Hukum Kafir
Yusril Cerita Kisah Sahabat Rasulullah
Headline
Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra - (Foto : inilah.com)
Oleh: Agus Rahmat
nasional - Selasa, 30 April 2013 | 10:29 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra gerah terhadap tuding masyarakat karena membela terdakwa kasus penyelewengan dana Pilkada Jawa Barat 2008 Susno Duadji.

Yusril mengaku, banyak orang mengajaknya berdebat. Ia dinilai hanya mengutamakan hukum formil dalam kasus Susno, mengabaikan hukum materil. Bahkan ada yang katakan dirinya menggunakan hukum kafir dan "mengabaikan hukum Allah.

"Mereka anggap hukum formil tidak penting, yang penting adalah hukum materil. Baiklah, sekarang saya nukilkan kisah peradilan dalam sejarah Islam," ucapnya, Jakarta, Selasa (30/4/2013).

Ia bercerita, sehabis memimpin Perang Shiffin, Khalifah Ali bin Abi Thalib (salah satu sahabat Rasulullah) melihat seorang Yahudi berlari setelah mengambil baju besi milik sang khalifah. Peristiwa itu disaksikan oleh Ali, Hasan dan Husen.

Ali melaporkan hal itu kepada penegak hukum, dan akhirnya perkara itu disidangkan oleh hakim Suraikh. Keputusannya, hakim menolak dakwaan Ali dan membebaskan si Yahudi. Sebab apa? Karena dua saksi yang diajukan Khalifah Ali ke persidangan adalah Hasan dan Husen, yang merupakan putranya sendiri.

Hakim Suraikh mengatakan keterangan saksi orang yang bertalian darah tidak mempunyai kekuatan pembuktian dalam hukum acara pidana. Ali juga tidak dapat membuktikan dalam sidang bahwa baju besi yang dijadikan barang bukti adalah miliknya. Dari kisah ini, seorang Khalifah bisa kalah dengan si Yahudi di pengadilan karena hukum formil, bukan hukum materilnya.

"Belakangan si Yahudi malah ngaku kepada Ali bahwa dia memang benar mencuri baju besinya. Tapi putusan pengadilan sudah inkracht dan si Yahudi sudah dibebaskan. Sekarang saya mau tanya, hukum acara pidana yang digunakan hakim Suraikh dalam menyidangkan dakwaan Khafilah Ali bin Abi Thalib itu, hukum Allah atau hukum kafir?" ucapnya.

Ia menegaskan putusan Mahkamah Agung yang dijadikan landasan untuk mengeksekusi Susno, salah. Karena putusan tersebut cacat hukum, tidak menyebutkan vonis, hanya menyebutkan kewajiban membayar denda. [rok]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER