Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 7 Juli 2015 | 22:40 WIB
Hide Ads

Dituding Pakai Hukum Kafir

Yusril Cerita Kisah Sahabat Rasulullah

Oleh : Agus Rahmat | Selasa, 30 April 2013 | 10:29 WIB

Berita Terkait

Yusril Cerita Kisah Sahabat Rasulullah
Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra - (Foto : inilah.com)

INILAH.COM, Jakarta - Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra gerah terhadap tuding masyarakat karena membela terdakwa kasus penyelewengan dana Pilkada Jawa Barat 2008 Susno Duadji.

Yusril mengaku, banyak orang mengajaknya berdebat. Ia dinilai hanya mengutamakan hukum formil dalam kasus Susno, mengabaikan hukum materil. Bahkan ada yang katakan dirinya menggunakan hukum kafir dan "mengabaikan hukum Allah.

"Mereka anggap hukum formil tidak penting, yang penting adalah hukum materil. Baiklah, sekarang saya nukilkan kisah peradilan dalam sejarah Islam," ucapnya, Jakarta, Selasa (30/4/2013).

Ia bercerita, sehabis memimpin Perang Shiffin, Khalifah Ali bin Abi Thalib (salah satu sahabat Rasulullah) melihat seorang Yahudi berlari setelah mengambil baju besi milik sang khalifah. Peristiwa itu disaksikan oleh Ali, Hasan dan Husen.

Ali melaporkan hal itu kepada penegak hukum, dan akhirnya perkara itu disidangkan oleh hakim Suraikh. Keputusannya, hakim menolak dakwaan Ali dan membebaskan si Yahudi. Sebab apa? Karena dua saksi yang diajukan Khalifah Ali ke persidangan adalah Hasan dan Husen, yang merupakan putranya sendiri.

Hakim Suraikh mengatakan keterangan saksi orang yang bertalian darah tidak mempunyai kekuatan pembuktian dalam hukum acara pidana. Ali juga tidak dapat membuktikan dalam sidang bahwa baju besi yang dijadikan barang bukti adalah miliknya. Dari kisah ini, seorang Khalifah bisa kalah dengan si Yahudi di pengadilan karena hukum formil, bukan hukum materilnya.

"Belakangan si Yahudi malah ngaku kepada Ali bahwa dia memang benar mencuri baju besinya. Tapi putusan pengadilan sudah inkracht dan si Yahudi sudah dibebaskan. Sekarang saya mau tanya, hukum acara pidana yang digunakan hakim Suraikh dalam menyidangkan dakwaan Khafilah Ali bin Abi Thalib itu, hukum Allah atau hukum kafir?" ucapnya.

Ia menegaskan putusan Mahkamah Agung yang dijadikan landasan untuk mengeksekusi Susno, salah. Karena putusan tersebut cacat hukum, tidak menyebutkan vonis, hanya menyebutkan kewajiban membayar denda. [rok]

Tag :

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

x