Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 4 Juli 2015 | 05:02 WIB
Hide Ads

Kasus Korupsi Sapi Impor

Elda Semakin Irit Bicara

Oleh : Firman Qusnulyakin | Senin, 29 April 2013 | 15:38 WIB

Berita Terkait

Elda Semakin Irit Bicara
Elda Deviane Adiningrat - IST

INILAH.COM, Jakarta - Usai menjalani pemeriksaan kasus dugaan suap penambahan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Elda Deviane Adiningrat langsung menghindar dari kejaran wartawan. Mantan Ketua Asosiasi Pembenihan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq.

Saat ditanya mengenai pemeriksaannya hari ini, Komisaris PT Radina yang tampak mengenakan pakaian kemeja putih dan celana panjang warna cokelat langsung menghampiri mobil pribadinya. "Tidak. Sedikit saja," jawab Elda tanpa menjelaskan apa maksudnya, Senin (29/4/2013).

Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha membenarkan bahwa pihaknya memeriksa Elda sebagai saksi kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) Luthfi Hasan. "Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka LHI" kata Priharsa.

Selain, Elda, hari ini lembaga antikorupsi itu juga memanggil saksi-saksi lainnya. Mereka adalah Sefti Sanustika dan Umar Chasan.

Sebelumnya, dalam nota dakwaan terhadap dua tersangka Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi yang menjalani persidangan, Elda disebut miliki peran dalam pertemuan di Medan dalam pembahasan kuota impor daging sapi. Elda disebut sebagai pihak yang memperkenalkan Direktur Utama PT Indoguna Utama, Maria Elizabeth Liman pada Ahmad Fathanah yang merupakan teman dekat Luthfi Hasan.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan mantan Presiden PKS sekaligus anggota DPR RI, Lutfhi Hasan Ishaaq dan orang dekatnya, Ahmad Fathanah, serta dua direktur PT Indoguna, yakni Arya Abdi Effendi dan Juard Effendi dan yang teranyar MEL (Maria Elisabeth Liman) sebagai tersangka.

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.