Selasa, 2 September 2014 | 08:50 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Kisruh Surat Suara Pilkada Bali
Pastika Pasrah Logo PDIP di Surat Suara
Headline
Made Mangku Pastika - Ist
Oleh: Dewa Putu Sumetra
nasional - Minggu, 28 April 2013 | 07:30 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Denpasar - Kubu pasangan Made Mangku Pastika dan Ketut Sudikerta yang diusung koalisi sembilan parpol akhirnya pasrah dalam menyikapi kontroversi kisruh surat suara dalam Pemilihan Gubernur Bali dengan dipasanganya logo PDI Perjuangan dalam surat suara Puspayoga atau paket PAS.

Awalnya, melalui Sekretaris Tim Pemenangan Pasangan Pastika dan Sudikerta (PastiKerta), Komang Purnama dan Tim Advokasi Simon Nahak mendesak agar KPU mengeksekusi atau menindalanjuti temuan Panwaslu Bali terkait pelanggaran administratif pada surat suara pasangan Anak Agung Ngurah Puspayoga dan Dewa Nyoman Sukrawan (PAS) yang diusung PDIP.

Atas kisruh dan desakan itu membuat Ketua KPU Bali Ketut Lanang Perbawa dan anggota lainnya, berkoordinasi ke Jakarta dengan KPU Pusat terkait surat suara yang menuai protes kubu kandidat inchumbent Pastika. "Keputusan KPU soal surat suara itu, sudah turun, namun saya tidak boleh menyampaikan, nanti akan langsung dibacakan Pak Ketua KPU," ujar anggota KPU Ni Putu Ayu Winariati di Denpasar, Sabtu (27/4/2013).

Winariati membenarkan jika surat suara yang telah ditandatangani masing-masing tim pemenangan kedua pasangan tersebut telah dicetak KPU dengan menelan anggaran hingga ratusan juta rupiah. Jika sebelumnya, kubu Pastika ngotot mendesak agar surat suara dikembalikan sesuai Peraturan KPU Nomor 66 Tahun 2009 pasal 6 ayat 2 yang ditafsirkan bahwa surat berisi gambar atau foto pasangan, nama dan nomor urut.

Ketua Tim Pemenangan PastiKerta, Made Mudarta belakangan mengaku jika pihaknya kini menyerahkan sepenunya pada aturan dan ketentuan yang berlaku. Mudarta yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Bali menyatakan semua diserahkan kepada KPU selaku pihak berwenang dalam penyelenggara pemilu. "Yang jelas pihaknya kini meminta agar komitmen kedua belah pihak agar pelaksanaan Pilgub Bali 15 Mei 2013 bisa berjalan lancar, aman dan damai," pintanya.

Politisi asal Jembrana ini membantah pihaknya mengancam maupun memboikot pelaksaan pilgub jika surat suara berlogo PDIP tetap diberlakukan kandidat lawan politiknya. "Saya yakin masyarakat dan pemilih di Bali sangat cerdas bisa menyikapi masalah itu, ya kita kembalikan masyarakat untuk menilainya," tutupnya.[dit]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER