Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 4 Agustus 2015 | 08:22 WIB
Hide Ads

Uje Wafat di Hari Surga

Oleh : - | Jumat, 26 April 2013 | 15:07 WIB

Berita Terkait

Uje Wafat di Hari Surga
Ustaz Jefry Al Buchori - inilah.com/Wirasatria

INILAH.COM, Bandung - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat menuturkan kepergian Ustaz Jefry Al Buchori atau Uje ke sisi Allah SWT termasuk dalam kategori syahid karena meninggal di hari surga (Jumat).

"Kepergian Uje ke Rahmatullah itu bagus menurut agama sebab di hari Jumat. Hari jumat itu kategori hari surga atau syahid. Semua hari itu baik, tapi ciri-ciri masuk surga itu meninggalnya di hari Jumat," kata Ketua MUI Jawa Barat KH Hafid Utsman di Bandung, Jumat.

Atas nama pengurus Majelis Ulama Indonesia Jawa Barat, Hafid menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Ustad Jeffry.

Menurut dia, Uje telah menjadi revolusioner dalam metode dakwah khususnya dakwah untuk kaum muda dan kaum jetset.

"Dia itu mubalig yang diterima oleh kalangan muda dan para kaum jetset yang `haus` kepada tuntutan agama dan Uje bisa melayani rasa `haus` dua kalangan tersebut," katanya.

Ucapan belasungkawa juga datang dari Pondok Pesantren Daarut Tauhid (DT) Bandung.

"Indonesia sudah kehilangan ustad yang luar biasa. Beliau adalah pendakwah luar biasa, apalagi beliau pendakwah yang memiliki segmen khusus yakni anak muda," kata Dewan Pengawas Daarut Tauhid Dudung Abdul Gani, di Bandung.

Sebagaimana diberitakan, Jumat (26/4/2013), pukul 01.00 WIB, motor Kawasaki ER-6n yang dikendarai Uje, berlari dari arah timur menuju ke barat di Jalan Gedong Hijau Raya, Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Begitu tiba di depan rumah nomor 17, tiba-tiba Uje menabrak pembatas jalan. Kemudian pohon palem yang ada di taman depan rumah tersebut ikut 'dihajar'.

Kepala Uje terluka dan dibawa ke Rumah Sakit Pondok Indah. Setelah itu dirujuk ke Rumah Sakit Fatmawati, tetapi nyawanya tidak tertolong. [ant]

5 Komentar

Image Komentar
B4G4S - Senin, 29 April 2013 | 12:15 WIB
(sengaja)ngebut->kecelakaan->meninggal=(sengaja)menghilangkan nyawa diri sndiri, tdk seijin alloh dan blm waktunya=> bunuh diri. karena menyengaja melawan takdir, jadi tidak ada hubungannya dngn takdir. kalau meninggalnya dngn cara bunuh diri meskipun dihari jumat, seharusnya tetap saja tdk bs dikatakan sebagai mati syahid. mui terkadang kalau berpendapat suka asal2an, tdk pernah dipikir dulu sih,..
Image Komentar
EDU - Jumat, 26 April 2013 | 23:44 WIB
Selamat jalan ustad, cahaya sinar yang telah menerangi hati yang gelap telah kau sirami, dan akan kami jaga cahaya sinar itu tetap terang, seiring doa yang akan terus menerangi amal ibadahmu menuju hari hisab nanti dihadapannya. ya allah swt berilah ketabahan buat keluarganya yang ditinggalkan.
Image Komentar
SAMSURIYANTO - Jumat, 26 April 2013 | 22:03 WIB
Semoga allah menerima amal beliau, dan mengampuni segala kesalahannya.
Image Komentar
FEBRIYANTI - Jumat, 26 April 2013 | 19:21 WIB
Innanillahiwainnanillahirojiun dengan meninggalnya ustad jefry kami semua di sini bali sangat kehilangan seorang ustad yg cuek tapi pasti dalam segala hal .cara uj membawakan ceramah sangatlah kena di hati kami masing2 karena dari pengalamanlah uj dapat memberikan kami semua masukan yg positif . slamat jalan ustad jefry semoga allah slalu melapangkan liang kuburnya dan di berikan cahaya hingga ahir jaman dan di berikan pintu surga..amin.
Image Komentar
PRAMULIA - Jumat, 26 April 2013 | 16:17 WIB
Meninggalnya seseorang, itu sudah takdir yg maha kuasa. semenjak manusia itu msih di alam rahim ibunya, ia sudah di tetapkan oleh allah kapan & di mana ia akan keluar dr jasadnya menuju robb nya. tentang bagaimana ia meninggal & sedang dlm keadaan apa, itu semua urusan allah, hanya allah yg mengetahuiya. tinggal bagaimana kita sebagai hamba-nya, selalu waspada terhadap yg namanya kematian (berpisahnya ruh dr jasad)yg di dahului oleh peristiwa besar yg amat berat & sakit yaitu "sakaratul maut". maka dr itu jgn pernah lupakan allah swt & segala perintah-2nya, setiap detik & waktu, wassalam.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.