Sabtu, 20 September 2014 | 06:54 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Ustad Uje, Seleb Idola Anak Muda Itu Telah Pergi
Headline
ustad Jefry Al Buchori (Uje) - inilah.com/Danu
Oleh: Herdi Sahrasad
nasional - Jumat, 26 April 2013 | 14:18 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Hari ini, ribuan orang menyolatkan jenazah ustaz Jefry Al Buchori (Uje), seorang ulama muda sekaligus selebritis, penyanyi lagu pop religius. Bahkan, Masjid Istiqlal Jakarta dipenuhi pelayat yang shalat Jumat dan ingin menyolatkan jenazah ustad muda itu.

Ustad Uje meninggal dunia pada sebuah kecelakaan sepeda motor di Jalan Gedong Hijau, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat (26/4/2013), sekitar pukul 01.00 WIB. Kawasaki ER-6n bernopol B 3590 SGQ yang dikendarainya menabrak pohon. Ia sempat dibawa ke Rumah Sakit Pondok Indah, namun nyawanya tidak tertolong.

Rekam jejak Uje adalah khas anak urban yang membuat ibu-ibu dan bapak-bapak terpesona. Masa remajanya, seperti remaja umumnya, dipenuhi kebandelan dan kenakalan, namun di masa dewasa menjadi ustad alim, saleh dan inspiratif yang mengagumkan.

Di tengah hiruk pikuk politik reformasi yang tak jelas juntrungannya, Uje menjadi ‘pelita hati’ bagi ummat yang bingung dan galau akan masa depan mereka bersama. Uje membangkitkan kembali reformisme sosial maupun individu dengan khotbah dan ceramahnya di kalangan masyarakat awam yang gelisah akibat kegagalan reformasi.

Makin jelas bahwa, spiritualitas masyarakatlah yang rupanya bangkit dan tergugah dengan kepergiannya. Para intelektual, pejabat, politisi, dan ummat menyolatkan jenazah ustaz yang biasa menggunakan roda dua itu dengan sukarela.

Ribuan pelayat yang berada di sekitar rumah duka, Perumahan Bukit Mas Narmada III Bintaro, Rempoa, Tangerang, membuat para pengangkut keranda kesulitan untuk berjalan. Para pelayat bertasbih, bertakbir dan bersalawat, saat keranda jenazah Ustad Uje dibawa keluar dari ruang tengah rumah ke jalan.

Uje atau Jefri adalah anak ketiga yang lugas dari lima bersaudara pasangan Alm H Ismail Modal dan Ustz Dra. Hj. Tatu Mulyana. Uje sejak kecil telah mendapat pendidikan Islam yang kuat. Hal ini terbukti saat duduk di bangku sekolah kelas 3-5 SD meraih prestasi MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur’an) sampai tingkat provinsi.

Setelah lulus SD, bersama kedua kakaknya, Alm Ustad H Abdullah Riyad dan Ustad H Aswan Faisal, bersekolah di Pondok Pesantren Daar el-Qolam Gintung, Jayanti Tangerang. Namun selama di pesantren, Uje terbilang nakal.

Kenakalan ustad Uje saat mengenyam pendidikan di akademi broadcasting, tak berkurang. Dia bergaul dengan pemakai narkoba dan sering dugem. Bahkan Uje akhirnya tak menyelesaikan kuliah.

Seperti dikutip dari Wikipedia, pada 1991, Uje pernah menjadi dancer di salah satu club. Uje juga sering nongkrong di Institut Kesenian Jakarta. Di kala para pemain sinetron sedang latihan, kadang-kadang Uje menggantikan salah satunya. Ia pun ikut casting dan mendapat peran. Salah satu sinetron yang sempat dibintanginya adalah Pendekar Halilintar. Bahkan Uje pernah dinobatkan sebagai ''pemeran pria terbaik'' dalam Sepekan Sinetron Remaja yang diadakan TVRI pada 1991.

Hal yang menyadarkan Uje dari kehidupan semu adalah saat dirinya diajak umroh oleh ibu dan kakaknya. Sebagai awal dari usaha pertaubatan, Uje mendapat amanah dari kakak tertuanya alm. Ust. H. Abdullah Riyad, untuk melanjutkan dakwah kakaknya di Jakarta. Sebab alm Ust. H. Abdullah Riyad mendapatkan kepercayaan dari MUIS (Majlis Ugame Islam Singapura) untuk menjadi Imam besar di Masjid Haji Mohammad Soleh, bersebelahan dengan Maqam Habib Nuh Al Habsyi, Palmer Road, Singapura.

Uje berdakwah pertama kali di sebuah masjid di Mangga Dua. Pipik Dian Irawati, istrinya, menuliskan teks dakwah yang mesti disampaikan saat itu. Hasilnya, honor ceramah sebesar Rp 35.000 dia bawa pulang dan langsung diberikan kepada istrinya.

Dari situlah Uje mulai berdakwah lewat majelis taklim, mushola, dan masjid sekolah. Lalu, perlahan-lahan ia bisa populer seperti sekarang ini, dikenal oleh masyarakat banyak dan dikagumi oleh seluruh kalangan.

Selain itu Uje, juga menyampaikan dakwahnya dalam bentuk lagu-lagu Islami, debut albumnya, ‘Lahir Kembali’ diluncurkan 2006 lalu. Beberapa lagu diciptakannya sendiri dan dinyanyikan bersama penyanyi lagu-lagu religius muslim, seperti Opick, bahkan pernah berkolaborasi dengan grup band Ungu dalam mini album Ungu bertajuk ‘Para Pencari-Mu’ (2007).

Uje kini sudah pergi, tapi kata-katanya masih terngiang di kalangan ummat yang rindu kesejukan dan butuh pelita hati. Setidaknya, ribuan orang yang mendoakannya membuat Uje di alam baqa tidak merasa sendiri. Selamat jalan Ustad Uje. [berbagai sumber)

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER