Jumat, 31 Oktober 2014 | 21:57 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Maju Jadi Caleg, Kepala Daerah Kejar Kekuasaan
Headline
(Foto : istimewa)
Oleh: Ajat M Fajar
nasional - Jumat, 26 April 2013 | 06:38 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta – Banyaknya kepala daerah dan wakil kepala daerah yang maju sebagai calon anggota legislatif di Pemilu 2014 mengundang keprihatinan dari berbagai pihak.

Pengamat politik dari Universitas Gajah Mada (UGM) Arie Sujito menilai langkah yang dilakukan beberapa kepada daerah yang mencalonkan diri sebagai caleg adalah sikap yang tidak patut dicontoh. Pasalnya dengan sikap tersebut menunjukan jika pada kepala daerah tersebut haus akan jabatan dan posisi.

"Ya itu kalau sudah menikmati kekuasaan, dan seterusnya pasti akan terdorong terus memburu kekuasaan. Tapi itu hak warga negara, tinggal sekarang ini tergantung pemilihnya, kritis atau tidak," ujar Arie kepada INILAH.COM, Jumat (26/4/2013).

Menurutnya, tidak selayaknya mereka maju sebagai calon anggota legislatif. Sebab, masyarakat lain harus diberi kesempatan untuk membaktikan diri kepada negara. Pencalonan mereka menunjukkan bahwa mereka benar-benar haus jabatan.

Meski begitu, Arie menilai peluang masyarakat untuk maju sebagai caleg sangatlag kecil. Sebab keputusan itu sepenuhnya berada ditangan partai politik dalam menentukan calonya.

"Partai tidak memilih orang yang cerdas tapi memilih orang terkenal dan punya duit," tegasnya.

Dia mengatakan, saat ini banyak kepala daerah yang tidak memberikan contoh yang baik dalam pendidikan politik. Salah satunya kepala-kepala daerah tersebut kembali mencalonkan diri atau mengincar jabatan yang lebih tinggi lagi padahal kinerjanya dijabatan awal belum maksimal.

"Orang yang sudah jadi bupati dua kali pengen jadi gubernur. Itulah bagian dari proses menikmati kekuasaan, makanya perlu kontrol kritis dari masyarakat," jelasnya.

Sebagaimana diketahui, saat ini banyak kepala daerah maupun wakil kepala daerah yang akan segera pensiun maupun yang masih aktif yang menjadi caleg di pemilu 2014. Misalnya, Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf yang menjadi caleg dari Partai Demokrat. Kemudian ada pula Wakil Bupati Sumedang Taufiq Gunawansyah yang maju melalui Golkar.

Selain mereka, ada pula Bupati Sinjai, HA Rudiyanto Asapa dan Bupati Enrekang, La Tinro La Tunrung. Keduanya menjadi caleg DPR RI dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Bahkan ada pula yang masih calon kepala daerah yang berniat maju ke Senayan. Yakni, Calon Bupati Bandung Barat, Aep Nurdin dan Calon Wakil Bupati Bandung Barat, Samsul Maarif. [jat]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER